Jebakan Kapitalisme dalam Berkesenian

Jebakan Kapitalisme dalam Berkesenian

Mulanya saya agak sulit untuk menyatakan secara politis ketidak sepahaman saya pada bentuk-bentuk karya seni kotemporer, yang menurut perspektif saya bersifat individualis, tak punya pesan dan bersifat memuaskan diri sendiri (self gratification). Saya selalu tidak setuju dengan pandangan l’art pour art (seni untuk seni) yang didengung-dengungkan para seniman. Untunglah saya menemukan jawabannya dalam pengembaraan literatur. Tulisan Theodore Adorno “Art Autonomy and Mass Culture” setidaknya memberikan masukan bahwa tak ada karya yang tidak bisa direproduksi. Atau Peter Burger yang menambahkan bahwa suatu karya bagaimana pun tak dapat dilepaskan dari pengaruh sejarah dan kehidupan social si pencipta karya. Sederhananya saya lebih memilih karya-karya yang memiliki pesan dan bisa dinikmati semua kalangan. Konteks karya seni di sini adalah karya film, lukisan, patung, teater, tari atau musik yang go public, dipersembahkan kepada publik. Baik masuk dalam industri maupun yang belum.

Karya-karya Seni dalam Jebakan Kapitalis

Kelihatannya akhir-akhir ini di Indonesia, Jakarta khususnya para seniman mulai mengadopsi prilaku dan pola berkarya seniman di Amerika Serikat, maupun Eropa. Hal ini memperlihatkan orientasi para seniman Indonesia ke Negara kapitalis. Lihat saja bagaimana film “Goodbye Lenin” dijadikan pembuka Jakarta Internasional Film Festival, atau film tentang Pekerja Seks dari Russia “Layla Forever”—smuanya menggambarkan surga kapitalisme. Dan semua yang nonton bangga lagi..Padahal buanyak film bagus layak diputar di festival film itu,misalnya Russian Ark,atau Motorcyle Diary…

Itu baru penonton, yang bikin film juga sama, lihat saja film Virgin, yang nyontek film Thirteen…Lihat saja bagaimana film Goodbye Lenin dijadikan pembuka Jakarta Indonesia Film Festival. Atau lihat filmnya Virgin, yang coba-coba mengikuti film

Banyak seniman sekarang memuja-muja karya minimalis. Lihat saja festival film pendek atau documenter, yang salah satunya dimenangkan oleh orang Indonesia Tintin Wulia, dengan judul Ketok. Film yang saya dan teman saya terjemahkan, interpretasi seorang Titik tentang bunyi ketokan. Berhubung Tintin adalah kelas menengah dan mampu membuat film untuk “sekedar” menginterpretasikan ketokan pintu dalam seperangkat roll film yang saat ditayangkan berdurasi 10 menit.

Tanpa bermaksud menihilkan pencapaian dan prestasi yang telah Tintin dan juga telah membawa nama bangsa di dunia internasional, tulisan ini sekedar menempatkan realitas masyarakat Indonesia dan konteks berkeseniannya.

Mengapa Seni tidak untuk Seni

Upaya-Upaya Menghentikan Perdagangan Perempuan

Upaya-Upaya Menghentikan Perdagangan Perempuan

Definisi dan Pengertian Perdagangan Perempuan

Pengertian perdagangan perempuan secara internasional menurut GAATW (Global Alliance Against Traffic in Women/ Aliansi Global Melawan Perdagangan Perempuan) adalah usaha dan tindakan yang berkaitan dengan perekrutan, transportasi di dalam atau melintasi perbatasan, pembelian, penjualan, transfer, pengiriman atau penerimaan seseorang dengan menggunakan penipuan atau tekanan termasuk penggunaan atau ancaman penggunaan kekerasan atau penyalahgunaan kekuasaan atau lilitan hutang dengan tujuan untuk menempatkan atau menahan orang tersebut baik dibayar ataupun tidak, untuk kerja yang tidak diinginkannya (domestik, seksual atau direprduktif), dalam kerja paksa atau ikatan kerja atau dalam kondisi seperti perbudakan dalam suatu lingkungan lain dari tempat di mana orang itu tinggal pada waktu penipuan, tekanan atau lilitan hutang pertamakali. Disamping GAATW, Konvensi PBB tentang Penghapusan segala bentuk Diskrimanasi terhadap Perempuan 1979 (Convention on Elimination Against all form of Discrimination Against Women/CEDAW) yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia dalam UU No.4/1984 mencantumkannya dalam pasal 6: Aparat negara akan mengambil semua tindakan yang tepat, termasuk perundang-undangan, untuk menekan semua bentuk perdagangan terhadap perempuan dan eksploitasi pekerja seks perempuan. Secara sederhana perdagangan perempuan adalah tindak pidana yang bertujuan melakukan eksploitasi untuk mencari keuntungan materi maupun non materi dengan cara melacurkan perempuan/anak, memaksa menjadi pekerja, dazn tindakan pemerasan dan ancaman yang memanfaatkan fisik, seksual/reproduksi tenaga, atau kemampuan oleh pihak lain secara sewenang-wenang.

Definisi dan hal-hal yang terkait dengan hukum yang memberi kepastian bagi perempuan yang diperdagangkan untuk mendapat perlindungan dan bantuan dapat dilihat dalam ketentuan hukum baik nasional maupun internasional. Di Indonesia KHUP (Kitab Hukum Acara Pidana) telah mencantumkan pasal 297 dan 378 bisa menjerat pelaku yang menjual dan memperdangankan perempuan. Indonesia juga telah meratifikasi CEDAW (Convention on Elimination all forms of Discrimination Against Women) dalam UU No.7 Tahun 1984 tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, dan UU No.23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU No.39.Th.2004 tentang Perlindungan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri(UU PPTKILN).

Terjadinya Perdagangan Perempuan

Perdagangan Perempuan bisa terjadi di dalam negeri maupun lintas negara. Proses terjadinya praktek perdagangan perempuan dimulai dari tempat tinggal asal perempuan. Biasanya para pelaku, calo atau penyalur terlibat dengan aparat di desa dalam praktek menjual dan memperdagangkan perempuan untuk mendapatkan keuntungan uang maupun lainnya. Para pelaku ini umumnya berasal dari wilayah setempat dan berhubungan langsung atau tak langsuing dengan agen tenaga kerja baik yang resmi dan anggota Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) yang datang ke tempat asal perempuan yang akan dieksploitasi ke desa-desa. Banyak dari perempuan ini ditipu dan dijanjikan akan diberi pekerjaan yang baik dengan gaji yang lumayan oleh pelaku.

Bentuk perdagangan perempuan beragam, mulai dari pelacuran/pekerja seks, pekerja rumah tangga/ pabrik yang tidak dibayar, kawin paksa/kontrak, pengemis, industri pornografi, dan penjualan organ tubuh. Perdagangan perempuan menimbulkan efek luar biasa bagi perempuan yang diperdagangkan. Mereka mendapatkan kekerasan, Perdagangan Perempuan melibatkan aktor-aktor pelaku yang membuat perempuan terjerat dalam perdagangan perempuan.

Kondisi dan Praktek Perdagangan Perempuan dan Anak

Di Tempat Asal Di Tempat Tujuan Tanda-tanda
Calo atau seorang yang mengaku penyalur tenaga kerja ke desa mengajak perempuan/anak bekerja di luar daerah atau luar negeri.
Biasanya yang jadi sasaran keluarga miskin yang memiliki anak perempuan. Korban mendapati bahwa mereka tidak mendapatkan pekerjaan sebagaimana yang dijanjikan Tempat bekerja perempuan tidak diketahui diberitahukan oleh agen secara jelas, alamat atau nama majikannya
Ajakan calo dilakukan melalui rayuan janji-janji upah besar dan fasilitas bekerja baik. Calon korban ditipu hingga intimidasi dan pemaksaan. Jam kerja yang dilakukan korban panjang Komunikasi langsung dengan perempuan korban sulit
Calo ini melakukan hubungan dengan aparat desa mulai dari RT-Kelurahan untuk mengurus surat-surat atau dokumen. Beberapa dokumen biasanya juga dipalsukan umur atau status perkawinan. Upah tidak sesuai dengan kontrak, bahkan seringkali tidak dibayar Agen atau calo tidak mau memberitahukan di mana korban bekerja dan pada siapa ia bekerja
Keluarga calon korban dimintai biaya pengurusannya Ditelantarkan oleh agen atau calo yang mengirimkan ke tempat bekerja Keluarga tidak mendapat informasi dalam bentuk surat atau lainnya dari korban selama lebih dari 1 tahun
Calon korban dibawa pergi untuk ditempatkan di penampungan Ditipu oleh agen untuk memperpanjang visa
Calon korban di tampung di tempat penampungan denga fasilitas buruk
(melawan pasal 70 UU No. PPTILN Passport ditahan oleh agen atau majikan
Calon korban dipekerjakan di tempat penampungan tanpa upah. Diperkosa
Tidak diberitahukan adanya jaminan perlindungan hokum Dijadikan pekerja seks, dengan paksaan dan ancaman

Bantuan Hukum bagi Korban Perdagangan Perempuan

Berdasarkan berbagai informasi fakta mengenai korban dan lokasiny, landasan-landasan hukum yang ada dapat menjerat pelaku dan mereka yang terlibat dan mendapat keuntungan dari prakterk perdagangan perempuan. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menolong perempuan korban perdangangan perempuan, baik yang sudah berada di wilayah kerjanya, maupun yang masih dalam penampungan/penyekapan.

Proses Tujuan Jalan/Cara Jeratan Hukum Pasal/Konvensi
Perekruitan/Janji TKW/ Prostitusi Penipuan UU No.39/Th.2004 tentang PPTKILN, KUHAP, KUHP, UU No.7 Th.1984, Konvensi ECOSOC
Perkawinan/Janji Prostitusi Penipuan/Ancaman
Pengiriman Pornografi Penipuan /Penculikan
Penampungan paksa TKW
Pengiriman emigran Tenaga Tak Dibayar Janji imigran

Alur Bantuan Hukum

1. Membantu secara legal, keluarga yang telah menerima informasi tentang korban untuk mengeluarkan korban dari lokasi penyekapan, atau tempat kerja paksa
2. Mendampingi korban dan bantuan konseling
3. Menghubungi pihak Depnaker, Deplu dan aparat terkait dan minta dukungan (termasuk dukungan dana untuk penangan kasus ini sesuai denga CEDAW pasal 6, UU No.4/1984)
4. Membantu korban membuat pilihan-pilihan jalan hukum
5. Mendampingi korban melaporkan kasusnya dan mencari pendampingan dari organisasi atau LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang biasa menangani kasus tersebut
6. Mengajukan gugatan ke pihak tertentu majikan, pelaku, perekrut
7. Memenangkan gugatan dan mendapatkan kompensasi bagi korban

Korban perdagangan perempuan dan anak dalam mendapatkan bantuannya harus dijamin:
1. Bebas dari ketakutan dan penyiksaan dari pihak berkuasa dan berwenang
2. Mendapatkan perawatan kesehatan dan psikologis yang memadai, rahasia dan dijangkau oleh negara
3. Layanan atas test HIV
4. Akses bagi penterjemah
5. Bantuan hokum secara Cuma-Cuma
6. Usahakan untuk mendapat peluang kompensasi atas kerugianfisik dan non fisik

Yang harus dipertimbangkan bagi korban perdagangan perempuan dan anak adalah
Agar:
>Sejarah pribadi atau karakter dan pekerjaan sebelumnya tidak bisa digunakan untuk melawan korban
>Sejarah korban yang pernah diperdagangkan tidak boleh dijadikan catatan publik untuk melawan korban atau keluarganya dengan cara apapun terkait dengan kebebasannya mencari pekerjaan yang menghasilkan
>Negara yang dibawah yurisdiksi terjadinya perdaganan harus mengambil langkah yang diperlukan untuk menjamin kemungkinan para korban mengajukan tuntutan kriminal/aksi untuk kompensasi (PasaL 70, 77, UU No.39/2004 PPTKILN )
>Pemerintah harus memberi kesempatan permohonan ijin tinggal permanen, perlindungan saksi dan bantuan relolkasi bagi korban perdagangan.
>Masyarakat umum menerima dan tidak lagi memberi stigma korban yang telah menjadi survivor untuk memulai hidup dan bekerja saat mereka kembali.

Informasi dan bantuan Kasus Perdagangan Perempuan dan Anak:
1. Solidaritas Perempuan
2. Migrant CareKOPBUMI Jl. Aren IV No. 6 Rawamangun, Jakarta Timur
3. FOBMI
4. LBH Jakarta Jl. Diponegoro 74 Jakarta Pusat telp.021.3145518 faks.
5. LBH APIK Jl. Raya Tengah No.16 Kamp. Tengah, Jakarta Timur email
6. GPPBM Jl.Latuharhari No.4B Jakarta Pusat 10310 Telp.021-3903963, faks.021-3903922
7. Komnas Perempuan Jl.Latuharhari No.4B Jakarta Pusat 10310 Telp.021-3903963, faks.021-3903922 email:
8. KOMNAS ANAK Jl. TB. Simatupang No.33 Jakarta Timur telp.
9. Asian Domestic Worker Union Flat B, 5/F, Yen Yin Mmansion 7 Ferry Steet Kowloon Telp.23594965;23594734 faks.23594881 Hongkong
10. Konjen RI di Hongkong 127-129 Leighten Road 6-8 Keswick Street Extrance Causway Bay Hongkong (825)8904421-28;5772459 faks.825-9850139
11. KBRI Arab Saudi
12. KBRI Malaysia No.233 Jalan Tun Razak 50400 Kuala Lumpur telp.03-2421354;2415228 faks.03-2417908;2423878

Keadilan bukan Cuma untuk Elit

Minggu ini dan beberapa minggu lalu media cetak dan elektronik mengupas selalu KPK yang anggotanya ditahan. Lalu berbondong-bondong orang penting, tokoh organisasi tokoh partai menjaminkan dirinya untuk jaminan bagi penangguhan penahanan atas Chandra dan Bibit.

Duh Indonesia, mengapa selalu saja elit-elit mendapat ruang seluasnya buat apa yang menjadi realitas sehari-hari manusia.

Tak hanya BIBIT dan CHANDRA yang ditahan saat BELUM TERBUKTI SALAH, beberapa hari yang lalu dimuat dalam suatu berita halaman satu Kompas, seorang dituduh MENCURI Listrik DAN SUDAH DITAHAN hampir satu bulan, SUDAH DITAHAN dan tak ada yang Menjaminkan. Padahal hanya untuk mencharge HP-nya agar tahu berita GEMPA di Padang! Dan orang ini SUDAH DITAHAN TANPA PENGADILAN!

JADI JANGANLAH RIBUT-RAME SOAL YANG PENTING TAPI BANYAK HAL JUGA YANG PENTING BUAT RAKYAT, Mereka yang dituduh maling ayam, mereka yang dituduh mencuri dan dianiaya hingga tewas.

Film Nasionalisme?

Baru baru ini sempat nonton di bioskop dua film yang katanya didesain untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Pertama film MERAH PUTIH (MP) dan yang baru-baru ini RUMA MAIDA (RM).

Duh kecewa dan tidak merekomendasikan untuk ditonton, tapi demi untuk menonton film Indonesia tentunya lebih baik ditonton saja, film apa saja. Disamping itu jika menonton film RUMA MAIDA di Megablizt GrandIndonesia dapat kaos! Hmm gak substantif sekali. Tetapi sebentar, ini saya review filmnya sedikit dan sekilas saja.

Secara kasar kesimpulan untuk film MP: kostum ngacak, setting waktu tidak jelas, emosi cuma hadir sat ada kematian. Pemainnya tidak ada yang menonjol, tidak banyak dialog yang berharga untuk diingat lama, mungkin ada satu inilah saatnya kaum dari kelurga petani/peternak jadi pemimpin (tidak persis seperti itu, tapi makna seperti itu). Pertentangan kelas lumayan baik ditampilkan tetapi kurang digarap. Yang paling mencolok saat setting kejadian pertempuran di Magelang, masyarakatnya kostum seperti masyarakat Jawa Barat, dan tak kalah pentingnya adegan Merobek bendera dari merah putih biru menjadi merah putih, adegan tanpa bahasa. Ini mungkin karena melibatkan banyak pihak dari pihak asing (visual effect atau director photography–mesti di cek lagi).

Untuk film RM: wah sayang sekali, ini film tak ada pemanin yang menonjol mungkin hanya Soekarno, bukan karena aktingnya tapi karena figur dan gerak-geriknya MIRIP sekali. Tapi ada yang mungkin tak lazim buat seorang Soekarno yang ditampilkan bertemu dengan perempuan seperti yang diperankan oleh Wulan Guritno dan, Soekarno tak peduli lihat perempuan cantik!!

Yang paling parah adalah mengganti kata-kata Soekarno tentang Mengapa Penting Merdeka dengan sekedar bilang Soekarno ingin cepat Merdeka. Narasi pemeran utama gundah dengan konflik Soekarno-Hatta Sharir, tapi hanya bilang bahwa Soekarno ingin mempercepat dan merebut kemerdekaan, sementara Sharir dan Hatta ingin mendidik dulu rakyat Indonesia.

Padahal (seperti kutipan dalam Pidato 1 Juni-nya).

Soekano memberikan tekanan Tekad dan Keberanian Merdeka: “Samiun (marhaen) :Tekad hatinya yang perlu, tekad hatinya Samiun kawin dengan satu tikar dan satu periuk, dan hati sang Ndoro baru kawin kalau sudah mempunyai gerozilver (peralatan makan dari perak)…” …solanya adalah demkia–Kita berani Merdeka atau Tidak”..Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakakan Rakyat Kita.

Film RM adalah film Romance–ada dua adegan perkawian di film ini. Sama dengan film MP, emosi cuma hadir saat ada kematian dug!

Perempuan Kelas Menengah

Perempuan Kelas Menengah Indonesia: Agen Pelanggeng Keterpurukan Bangsa?

Seringkali tampaknya seolah-olah saya antipati terhadap kelas menengah atas, dan sering dianggap ‘iri’ atau sirik. Tidak apa-apa. Karena pada dasarnya opini yang sering saya kemukakan tentang kelas menengah Indonesia tak lain adalah fakta brutal, fakta nyata dari suatu masyarakat kelas menengah yang individualis, apatis dan apolitis.

Hal ini terutama sekali dalam konteks kolektifitas gerakan sosial. Salah satu masalah yang paling mendasar dari keberlanjutan keterpurukan Bangsa Indonesia adalah, tidak andilnya kelas menengah dalam gerakan sosialnya, dan dalam konteks ini perempuan kelas menengah.

Sangat sulit untuk berharap pada perempuan kelas menengah Indonesia, hal ini terutama mereka adalah produk hidup dari Orde Baru, dimana Negara dan pemerintah telah menghegemoni state of mind mereka, dan menghegemoni nurani mereka dengan stereotipe perempuan: yang takut pada politik, kekuasaan adalah kejahatan dan domestikasi adalah keharusan, dan konsumerisme adalah kewajaran.

Pelaksana Neoliberal

Keterpurukan Indonesia yang terus menerus baik secara ekonomi maupun politis tidak terlepas dari sikap, prilaku dan gerakan perempuan kelas menengah. Secara tidak sadar para perempuan kelas menengah ini menjadi agen neoliberal. Pada konteks kebijakan negara yang didorong dan disponsori oleh pihak luar (baca Asing negara-negara Barat utama Amerika Serikat-sebagai Bapak Kapitalis dunia), perempuan terbawa arus, terikut serta dan tidak memiliki kekuatan kolektif untuk melawan. Yang paling real adalah manakala BBM naik, perempuan kelas menengah atas tidak ada yang lantang bersuara tidak ada yang secara nyata dan pasti menolak dengan bergerak. Hampir total semuanya diam. Kebijakan neoliberal membuka luas ruang kapitalisme yang diakomodasi melalui peraturan dan regulasi pemerintah, dalam arti sempit saya, neoliberal adalah kapitalisme yang diresmikan melalui regulasi pemerintah. Contoh riil-nya adalah UU Mineal dan Batubara No. 4 tahun 2009, atau UU Kelistrikan dan mungkin yang juga tak kalah krusialnya UU Pelayanan Publik dan UU Badan Hukum Pendidikan.

Neoliberal yang di Indonesia dimulai resmi dengan keikutsertaan Indonesia menjadi anggota WTO (Organisasi Perdagangan Internasional) melalui UU No.7 Tahun 1994. Undang-undang yang memuat ratifikasi keanggotaan Indonesia di WTO ini memiliki lampiran berbahasa Inggris tentang syarat dan kewajiban Indonesia dalam naungan WTO. Melalui UU inilah Indonesia memiliki kewajiban dan keharusan yang sebenarnya tidak layak dilakukan oleh Negara Indonesia yang masih dalam konteks membangun negeri. Globalisasi ekonomi yang dihembuskan dalam WTO tak lain adalah membuka peluang keleluasaan Negara maju untuk berusaha mengeruk keuntungan dari negara Indonesia. Dalam konteks ini barang masuk dan perusahaan asing beroperasi dan menjajakan daganganya dan mentargetkan perempuan sebagai pasarnya. Terkait dengan liberalisasi perdangangan BBM, dengan naiknya harga BBM Indonesia yang hampir sama dengan negara maju, maka SPBU-SPBU asing tumbuh subur berdagang dan bersaing dengan SPBU Indonesia (Pertamina dan milik orang Indonesia). SPBU Indonesia harus bersaing dengan SHELL, PETRONAS, BP (British Petroleum). Lalu barang-barang yang dikonsumsi perempuan atau keluarga mulai dari sabun, pakaian perabot rumah tangga juga datang dari barang-barang yang dibuat di luar negeri (impor).

Hampir pasti perempuan memilih barang yang lebih murah dengan kualitas bagus. Hampir pasti jarang sekali atau bahkan hampir tidak ada perempuan Indonesia yang ketika berbelanja mencari barang buatan Indonesia. Sementara para pedagang dengan lantang menjajakan dagangannya sambil bilang “ini dari Hongkong mbak, atau cincin ini buatan Taiwan mbak”…lalu perempuan yang sedang memilih-milih yang akan dibelinya mau tak mau terbawa, sangat sulit menemukan perempuan yang bilang “wah saya mau cari barang lokal, yang bagus kan banyak juga mbak…cinta produk dalam negeri dunk”.

Si Pedagang bisa keheranan dan menganggap perempuan ini aneh atau langsung bilang “wah gak ada tuh mbak”…Yang paling mengejutkan juga adalah, di toko-toko besar dimana terdapat banyak barang produk impor untuk produk tas, sepatu, tapi sulit menemukan produk terkenal lokal seperti Eiger, Bodypack atau Export seperti di Sarinah, atau di Blok M Plaza atau di Grand Indonesia. Kita sulit menemukan barang-barang Indonesia yang memiliki kualitas baik dan harga terjangkau di tempat dimana barang-barang bermerk impor merajalela, seakan-akan barang Indonesia berkualitas pun tak cocok dan tak layak dipajang di tempat-tempat atau toko bagi pembeli kelas menengah ke atas.

Apatis dan Apolitis

 

bersambung..

@umilasminah

Bangladesh Larang Hizbut Tahrir

Politik dan Ekonomi | 23.10.2009
Bangladesh Larang Hizbut Tahrir

dw-world.de

Kementrian Dalam Negeri Bangladesh menyatakan larangan terhadap Hizbut Tahrir, yang di Indonesia dikenal juga dengan nama Partai Pembebasan, karena dituduh berupaya mendestabilisasikan negara.

Menteri Dalam Negeri Bangladesh Sahara Khatun mengatakan, organisasi Islam radikal Hizbut Tahrir yang secara resmi dilarang di sedikitnya 20 negara, tercatat paling atas dalam daftar 10 kelompok yang diduga menjadi dalang tindakan subversif di negara itu. Sahara Khatun mengungkapkan kepada wartawan pada hari Kamis (22/10) bahwa Hizbut Tahrir dilarang karena menentang negara, pemerintahan, rakyat dan sejak lama melakukan tindakan anti demokrasi di Bangladesh.

Lebih dari sepuluh orang terluka hari Rabu (21/10) ketika seorang yang tak dikenal melemparkan bom ke mobil Fazle Noor Tapas, anggota parlemen dari Liga Awami, partai dari Perdana Menteri Sheikh Hasina yang juga adalah keponakannya. Tapas berhasil lolos dari serangan tanpa cedera. Rencana pemimpin Hizbut Tahrir di Bangladesh, Mohiuddin Ahmed, untuk mengeluarkan pernyataan kepada media hari Jumat (23/10) gagal karena polisi melakukan serbuan ke rumahnya dan menghentikan jumpa pers. Demikian menurut keterangan para wartawan yang hadir.

Ahmed, guru besar di Universitas Dhaka, melarikan diri tidak lama setelah serbuan polisi itu. Dia maupun keluarganya tidak dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan mengenai insiden itu.

Sementara itu, organisasi Hizbut Tahrir di London menyatakan bertujuan untuk menyatukan umat muslim dalam yang dinamakan Pan-Islam dan mengaku bahwa organisasinya menggunakan sarana damai untuk mencapai tujuannya.

Kementerian Dalam Negeri Bangladesh menyatakan telah memerintahkan untuk memburu pelaku serangan hari Rabu (21/10) terhadap Tapas di segala penjuru negeri itu dan juga untuk meningkatkan pengamanan bagi politisi senior.

Pemerintah Bangladesh meyakini bahwa ada ratusan anggota kelompok Islam militan yang beroperasi di negara yang mayoritasnya memeluk agama Islam itu. Kelompok militan ini dituding mengupayakan agar Bangladesh menjadi negara berdasarkan hukum Syariah.

Tahun 2005 anggota-anggota kelompok Islam militan meledakkan sedikitnya 500 bom berukuran kecil dalam serangan yang bersamaan waktunya di seluruh Bangladesh. Namun enam komandan tertingginya berhasil ditangkap dan dihukum gantung pada awal 2007.

Bangladesh yang menerapkan konstitusi sekular, selama ini repot menghadapi kelompok-kelompok Islam berhaluan keras yang melancarkan tindak kekerasan di seluruh Bangladesh. Pada bulan-bulan terakhir, aparat keamanan telah menangkap puluhan kandidat pelaku bunuh diri dan menyita bahan peledak dalam jumlah yang besar dari berbagai pelosok negeri itu.

Pemerintah sebelumnya juga telah melarang empat lembaga Islam radikal, yakni Jama’atul Mujahidin Bangladesh, Harkatul Jihad al Islami, Jagrata Muslim Janata Bangladesh dan Shahadat-e al Hikma atas tuduhan mempunyai hubungan dengan kelompok militan.

CS/HP/rtre/dpae

DARAH INDONESIA

DARAH INDONESIA

Inilah darah orang-orang Indonesia. Darah Indonesia merah, bertulang putih. Darah Indonesia biasanya memiliki aliran darah para ksatria, para dharma, para kyai, para pendeta, waisya ; para pedagang dan sudra, para pengemis dan darah keturunan para priyayi pendiri Negeri.

Darah orang Indonesia adalah darah yang dialiri semangat, kerja kerasa. Merekalah orang-orang Indonesia sejati yang berkarakter kreatif dan tak malu untuk bekerja secara halal. Merekalah darah warisan para raja-raja, para punakawan dan orang-orang perkasa pendiri candi-candi megah dan gedung-gedung tinggi se antero negeri.

Orang-orang Indonesia perkasa yang ketika mereka di PHK, laki-laki dan perempuan pada tahun 1997, terus berusaha bekerja dengan berdagang apa saja, dan terus hidup di tanah Indonesia.

Orang-orang Indonesia sejati di antaranya adalah mereka yang tidak mengenal lelah terus bekerja keras mencari makan di jalanan dengan menjadi pedagang asongan, penjual bakso keliling, atau menjadi tukang parkir di sudut-sudut mal, atau bangunan kantor.

Orang Indonesia berdarah merah dengan semangat menyala. Merekalah orang-orang yang berbondong-bondong pergi bersama-sama, berkelompok dengan menyewa bis atau sekedar naik motor berboncengan menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menonton Tim Sepakbola Merah Putih bertanding berusaha mengalahkan lawannya. Walaupun kalah, orang-orang Indonesia ini tetap semangat akan terus menonton Tim Merah Putih bertanding dan berusaha mengalahkan lawan.

Orang-orang Indonesia juga, baik yang bermata sipit maupun belo/besar bergiat pergi menuju Istora Senayan dan mengeluarkan uang tidak sedikit untuk menonton pertandingan Bulutangkis/Badminton, memberi semangat pada pemain-pemain bulutangkis untuk mengalahkan lawannya.

Orang-orang Indonesia yang darahnya merah, kulitnya coklat gelap, coklat muda/kuning langsat atau putih bersih seperti cream susu adalah orang-orang yang pengasih pada sesama mahluk sesama bangsa. Mereka rajin memberi makan binatang-binatang liar seperti kucing, burung, tikus yang berseliweran di antara rumah-rumah indah maupun di antara sempit-nya gang-gang kumuh. Orang-orang Indonesia sesungguhnya saling mengasihi sejak dulu bahkan sebelum Nama Indonesia resmi menjadi nama Negara dan Bangsa, sebelum Bahasa Indonesia menjadi bahasa perantara maksud sesama manusia Indonesia.

Orang-orang Indonesia saling mengasihi dan menghargai satu sama lain. Walaupun beda agama, beda suku, beda latar belakang kekayaan dan pendidikan. Orang-orang Indonesia inilah orang-orang asli berkarakter Indonesia. Mereka ini dapat ditemukan di Yogyakarta, di Solo atau di dekat-dekat sini di Jakarta.

Orang Indonesia selalu menghargai umat agama yang berbeda. Bukankah hal ini juga ditunjukkan oleh para pemimpinnya. Presiden Indonesia mungkin beragama Islam, saat perayaan Natal, perayaan Waisak atau Galungan dan Kuningan, selalu saja sang Presiden Hadir sebagai bagian tugasnya sebagai Bapak/Ibu Bangsa, Bapak/Ibu Negara. Di beberapa daerah hingga kini masih terjadi ketika hari Natal para tetangga yang muslim memberi ucapan selamat, bahkan mengantarkan hantaran makanan, tidak usah jauh-jauh di Pondok Aren masih ada masyarakat dengan toleransi tinggi seperti ini.

Orang-orang Indonesia yang darahnya merah, dan bertipe golongan A, O, B, atau AB tetaplah manusia biasa yang sering kali menjadi panas darahnya, lalu tertipu dan terpengaruh setan sehingga melakukan kekerasan, melakukan penghinaan pada sesama mahluk dan bangsa Indonesia, yang jelas-jelas makan dari tanah dan air yang sama, tumbuhan dan lauk pauk yang ditanam di tanah dan air yang sama.

Orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang karena baik hatinya, menjadi mudah menerima, menjadi mudah mengakui apa yang sebenarnya bukan bagian dari Ke Indonesiaannya. Kita melihat ada banyak orang-orang berpakaian dan berkostum tertentu, yang mengacung-ngacungkan golok, kayu atau bambu lalu menakut-nakuti, dan mengobrak-abrik milik dan lahan kerja orang lain. Mereka ini melakukannya atas nama apa yang dianggap benar oleh mereka. Bahkan orang-orang ini, yang jika kita lihat identitasnya pasti masih berKTP WNI memukul, menendang dan menghujamkan kata-kata hinaan pada orang lain yang juga berKTP WNI. Orang-orang berpakaian dan kostum tertentu ini kemudian menimbulkan luka, membuat orang lain mengalirkan darah dari hidungnya—darah Indonesia yang juga merah, sama seperti darah mereka yang berkostum ini…Tapi itulah Indonesia yang semoga saja sementara, dan sedikit.

Orang-orang Indonesia berdarah Indonesia, berketurunan dari suku-suku bangsa se Nusantara, adalah orang-orang pekerja keras, kreatif, baik hati dan cenderung menerima. Orang-orang Indonesia kebanyakan begitu nrimo-nya, hingga diperlakukan tak adil pun tidak banyak yang protes, tidak banyak yang bergerak, contohnya mungkin penjajahan, atau juga di saat pemerintahan modern sekarang. Atau yang paling sederhana, ketika orang Indonesia selaku pembeli, berbelanja di Supermarket atau Swalayan, tidak ada kembaliannya, diberikanlah permen, toh hampir 99,9% orang Indonesia tidak menolaknya, walaupun si pembeli ini tidak makan permen.

Orang Indonesia adalah orang paling sederhana sekaligus paling kompleks, sama seperti manusia pada umumnya. Betapa saya bangga menjadi salah satunya, dan tentu saja sangat menikmati dan terus waspada akan adanya gerakan menggantikan darah Indonesia menjadi karakter bukan Indonesia.

SELAMAT MENJAGA SEMANGAT DAN ARTI SUMPAH PEMUDA 1928

@Umi Lasminah

Utara Indonesia: Serangan budaya penghancur Ideologi Negara

Berita berikut ini menunjukkan apa yang dikhawatirkan Soekarno terbukti, ganyang Malaysia adalah upaya untuk menahan laju imperialisme-koloni dan imperialisme budaya.

Walaupun berkedok agama- dan budaya Islam sesungguhnya Malaysia adalah tameng dan antek bagi lajunya kolonialisme dalam bungkus kapitalisme, sedangkan Malaysia di Utara, Australia di Selatan menjadi penahan maju dan progres-nya Negara Indonesia menjadi negara berdikari secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkebudayaan yang berkepribadian Indonesia.

berita dari realitas di bawah ini merupakan salah satu contoh bahwa Malaysia mulai menancapkan invasi budaya-nya yang pelan-pelan akan menyatakan PANCASILA adalah HARAM…. Sedangkan nilai-nilai Islam yang memiliki interpretasi sepihak adalah benar dan patut ditiru bahkan dilaksanakan di Indonesia, seperti Poligami.

hati-hatilah, karena Tuhan bukan seperti yang dipaksakan sebagian kalangan. Di dunia ini dihadirkan Ribuan nabi dan Rasul yang semuanya membawa ajaran kebajikan, jadi tak ada jalan lain menolak nilai yang tidak mengajarkan kebajikan yang hakiki bagi hati manusia.

umi lasminah @Oktober 2009

Klub Poligami Indonesia Launching di Bandung P

Indonesia Launching di Bandung By Republika Newsroom Minggu, 1

BANDUNG–Sebanyak 150 orang undangan dari seluruh Indonesia memeriahkan launching klub poligami di Hotel Grand Aquila Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam. Para tamu undangan yang datang di antaranya dari Papua, Jakarta, Tasikmalaya dan Garut. Dalam peresmian tersebut, hadir juga ketua klub poligami Malaysia Global Ikhwan Chodijah Binti Am. Di samping peresmian klub poligami, dalam kegiatan yang bertema `Poligami Obata Mujarab Untuk Mendapatkan Cinta Allah`, digelar juga konser musik, operet dan penjelasan mengenai poligami.

Ketua Global Ikhwan Chodijah Binti Am mengatakan, klub poligami tersebut awalmulanya diresmikan di Malaysia. Untuk itu, global ikhwan akan mendirikan cabang klub poligami di Indonesia dan dimulai dari daerah Jawa dan Sumatera. “Sebelum meresmikan klub poligami di Bandung, saya sudah berkeliling Indonesia untuk menyampaikan misi tentang poligami,” katanya ketika dihubungi Antara.

Menurutnya, klub poligami di Malaysia sekarang sudah berjalan dengan lancar. Bahkan sekarang klub poligami sudah memiliki 300 anggota yang tersebar di berbagai negara, seperti Indonesia, Australia, Singapur, Timur Tengah, Thailand dan masih banyak lagi. Ia menjelaskan, kenapa poligami menjadi obat mujarab untuk mendapatkan cinta Allah. Sebab, dengan poligami seseorang akan senantiasa mengalami kesusahan dalam hidupnya. “Ketika dia dalam kesusahan maka dia akan meminta pertolongan kepada Allah. Kesusahan yang dialami seorang istri yang suaminya berpoligami sipatnya terus menerus, maka dia pun akan terus meminta tolong kepada Allah,” ujarnya. Ia mengaku, sebagai wanita awalnya Chodijah juga menolak, bahkan seluruh keluarganya pun melakukan hal yang sama. Dengan alasan takut Chodijah tidak bahagia dan terlantar. Tapi, ia melanjutkan, setelah selama 30 tahun menjalani hidup sebagai seorang istri yang dipoligami, justru Chodijah mendapatkan cinta Allah, karena senantiasa berkomunikasi dengan-Nya. Chodijah tidak memungkiri, kalau pendirian klub poligami di Indonesia ini akan menimbulkan penentangan dari berbagai pihak apalagi kaum hawa. Hal itu juga terjadi di Malaysia ketika pertama kali dideklarasikan, namun sekarang semua sudah bisa menerimanya. Makanya, jika deklarasi klub poligami Indonesia mendapatkan penentangan itu hal yang wajar. Tapi, ketika mereka apalagi kaum hawa memahami tentang poligami mereka pasti akan menerimanya. “Untuk di Indonesia sendiri saat ini ada 30 keluarga yang bergabung dalam klub poligami dan sementara saya akan mendeklarasikan di Jawa dan Sumatera dulu. Sudah itu baru ke seluruh Indonesia,” katanya.ant/ pur ===

16:31:0 http://www.republik a.co.id/berita/ 83151/Klub_ Poligami_ Indonesia_ Launching_ di_Bandung BANDUNG–

Orang-orang Sombong

Orang-orang sombong

@umi lasminah

orang-orang sombong

aku berhadapan dengan orang-orang sombong

kesombongan yang membakar kemaluan
menghanguskan kebersahajaan

kesombongan adalah arogansi
melunturkan risih
menistakan kesantunan

membesarkan gengsi
merekatkan rasa benci pada aksi

keangkuhan jua sama
meninggikan diri merendahkan sesama
melupakan Tuhan

orang-orang sombong kutemui
berwajah tampan, bermuka cantik

mereka berbaju kekayaan, berpakaian status
sering tak tahu berlagak tahu
semata-mata malu pada kebenaran

orang-orang sombong
tak mau tahu
tak peduli yang bukan diri sendiri

orang-orang sombong
tersesat dalam kelemahan
tak tahu jalan keluar
selain mengangkat diri sendiri

september 2008, 25

Bahasa Menentukan Kejayaan Bangsa

BAHASA DAN SASTRA SUATU BANGSA MENENTUKAN KEJAYAAN NEGERI

Umi Lasminah

Salah satu Negara yang memiliki kekuasaan terbesar dalam hal bahasa adalah Negara Inggris Raya. Negeri ini tidak hanya pernah memiliki imperium dunia dengan kekuasaan politiknya, kekuasaan tersebut tetap dipertahankan melalui kekuasaan budaya, yaitu bahasa, dan tentu saja segala bentuk kekuasaan yang terejawantah dalam Ilmu Pengetahuan di seluruh dunia. Penguasaan tersebut tidak dapat terlahir begitu saja, Inggris adalah Negara yang paling menghargai para sastrawannya, para pujangga dan mereka yang memiliki kemampuan literatur (menulis novel, sajak-puisi, esai). Ilmu pengetahuan merupakan diwahanakan melalui berbagai karya sastra yang lahir dari tiap jamannya.

Bangsa lain yang menghargai bahasanya adalah bangsa yang berpotensi besar dan jaya. Contohnya adalah Cina, India dan Jepang.  Di Jepang bahkan ada pelajaran sejarah bahasa Jepang. Tentu saja ini terkait dengan bermetamorfosanya bahasa Jepang dari bahasa dan huruf induknya yaitu Cina. Akan tetapi berbeda dengan Inggris yang bahasanya berdaya ekspansi kuat (karena kekuatan kolonialisme yang membawanya) dan lebih mudah dipahami serta menggunakan huruf latin, bukan huruf tersendiri.

Beberapa hari lalu saya menonton film The Edge of Love tentang kisah pujangga Inggris masa Perang Dunia Kedua, Dylan Thomas. Film ini seperti biasa diproduksi oleh BBC, Lembaga Penyiaran Publik Inggris yang tidak hanya membuat film yang diadaptasi dari karya-karya sastra novel maupun puisi, juga membuat biografi pujangga maupun penulis Inggris. Bahkan BBC juga memproduksi novel yang dibacakan. Bisa dibilang BBC menjalankan fungsinya sebagai lembaga penyiaran publik dengan menggali potensi yang ada, didukung oleh kultur pemerintahan/kerajaan yang menghargai karya sastra. Sehingga dalam konteks Lembaga Penyiaran Publik yang tidak memiliki iklan komersial dalam tayangan siaran beritanya, produksi film-film BBC baik feature dan documenter yang lumayan banyak dapat member pemasukan tersendiri.

Nilainya—–ngan memenjadi bagian dari produksi,

Kembali ke film The Edge of Love yang menampilkan gambaran hidup Dylan Thomas, kita dapat mengambil nilai bahwa dalam hal memenangkan perang seorang pujangga dapat berperan mengagitasi dan propaganda dan disiarkan melalui radio. Indonesia mungkin punya Chairul Anwar yang puisinya juga member kekuatan dan mewarnai makna revolusi Kemerdekaan, tapi apakah cuma sampai di situ saja, bagaimana realitas kesaharian anak-anak sekolah Indonesia apakah mereka mengetahui bila tidak hapal, atau tidak karya pujangga ternama Indonesia apakah puisinya atau novelnya. Bila negaraInggris memang secara ‘resmi’ memberikan ruang dan dukungan atas para pujangga sastrawan berbahasa English, Amerika Serikat sebagai negara yang secara sejarahnya terkait dengan Kerajaan Inggris Raya ternyata juga memperlakukan hampir sama dengan Inggris, bahkan bisa dibilang lebih. Bila Inggris dengan BBC-nya maka Amerika Serikat dengan PBS dan perusahaan feature film-nya. Perusahaan film Amerika Serikat ini yang tak hanya secara politik membantu secara tidak sadar propaganda kultur dan ideologi liberal Amerika Serikat kepada bangsa dan rakyat Amerika, tetapi juga pada masyarakat Dunia. Kita lihat saja, bagaimana Amerika Serikat sastarawan dan pujangga-nya juga mempunyai ruang yang luas dihati para intelektual Amerika Serikat, para pembuat film serta memperkenalkan sejarah dan sastra Amerika Serikat kepada anak-anak sekolah. Film film seperti Dead Poets Society, Gond With the Wind, Scarlett Letter , Little Women Hemingway, atau film. Indonesia sempat juga membuat film-film feature dari karya-karya sastra klasik seperti Salah Asuhan,

Tentunya hal tersebut kembali kepada pola pikir dan budaya serta sosialisasi di Indonesia mengenai berbagai profesi dan pekerjaan. Pola pikir bangsa Indonesia umumnya masih sulit untuk menjangkau makna bahwa profesi sebagai sastrawan, arkeolog atau sejarawah memiliki manfaat. Terutama dalam konteks globalisasi sekarang ini, yang paling dipentingkan atau diangap bagus sebagai profesi adalah yang terkait dengan ekonomi. Mungkin pula dengan UU Badan Hukum Pendidikan fakultas-fakultas dengan ilmu pengetahuan yang tidak bersifat pragmatis ekonomis seperti Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa ataupun Ilmu Humaniora  ditutup, jika hal ini benar-benar terjadi bisa dipastikan Indonesia sebagaimana yang disumpahkan para Pemuda Indonesia Oktober 1928 akan lambat laun sirna, mengapa.

Ilmu Budaya mungkin bisa termasuk di dalamnya Antropologi yang khusus membahas budaya Indonesia akan kehilangan jejak-jejak budaya masyarakat Indonesia, terutama budaya masyarakat Indonesia pada masa Abad sebelum masuknya Islam. Mengapa?