Posted on August 1, 2007 by wartafeminis
Ibu Labora masih bersama Sang Penyair. Ibu Labora masih memakai nama Sang Penyair. Ia masih hidup di dalam kepenyairan Sang Penyair. Meski semua kegilaan yang telah ada pada Ibu Labora dan Sang Penyair sejak mereka bertemu dulu, bahkan hingga sekarang. Kegilaan yang selalu menjadi claim seniman. Art for Art. Crazy art is Art…
Filed under: Hanya dari Hati | Leave a Comment »
Posted on August 1, 2007 by wartafeminis
Akan tetapi dalam berbagai literatur tentang sejarah dan peringatan monumental, hari-hari peringatan bersejarah perempuan Indonesia tidak termasuk yang banyak dicatat. Ada tiga hal yang menyebabkan hal itu, pertama: perempuan di dalam lingkup sejarah nasional tidak berada dalam posisi pembuat keputusan ataupun memegang posisi menentukan. Kedua, di dalam perjuangan nasional, perkumpulan perempuan tampak mengalah “untuk tidak menonjolkan diri di lingkup perkumpulan laki-laki”
Filed under: History women movement | Tagged: sejarah perempuan | 1 Comment »