Posted on October 29, 2009 by wartafeminis
Perempuan Kelas Menengah Indonesia: Agen Pelanggeng Keterpurukan Bangsa?
Seringkali tampaknya seolah-olah saya antipati terhadap kelas menengah atas, dan sering dianggap ‘iri’ atau sirik. Tidak apa-apa. Karena pada dasarnya opini yang sering saya kemukakan tentang kelas menengah Indonesia tak lain adalah fakta brutal, fakta nyata dari suatu masyarakat kelas menengah yang individualis, apatis dan apolitis.
Hal ini terutama [...]
Filed under: Globalization | Tagged: kelas, menengah | Leave a Comment »
Posted on October 29, 2009 by wartafeminis
Politik dan Ekonomi | 23.10.2009
Bangladesh Larang Hizbut Tahrir
dw-world.de
Kementrian Dalam Negeri Bangladesh menyatakan larangan terhadap Hizbut Tahrir, yang di Indonesia dikenal juga dengan nama Partai Pembebasan, karena dituduh berupaya mendestabilisasikan negara.
Menteri Dalam Negeri Bangladesh Sahara Khatun mengatakan, organisasi Islam radikal Hizbut Tahrir yang secara resmi dilarang di sedikitnya 20 negara, tercatat paling atas dalam daftar [...]
Filed under: Uncategorized | Tagged: hizbut tahir | Leave a Comment »
Posted on October 28, 2009 by wartafeminis
DARAH INDONESIA
Inilah darah orang-orang Indonesia. Darah Indonesia merah, bertulang putih. Darah Indonesia biasanya memiliki aliran darah para ksatria, para dharma, para kyai, para pendeta, waisya ; para pedagang dan sudra, para pengemis dan darah keturunan para priyayi pendiri Negeri.
Darah orang Indonesia adalah darah yang dialiri semangat, kerja kerasa. Merekalah orang-orang Indonesia sejati yang berkarakter [...]
Filed under: Daily Blog | Tagged: darah Indonesia | Leave a Comment »
Posted on October 19, 2009 by wartafeminis
berita dari realitas di bawah ini merupakan salah satu contoh bahwa Malaysia mulai menancapkan invasi budaya-nya yang pelan-pelan akan menyatakan PANCASILA adalah HARAM…. Sedangkan nilai-nilai Islam yang memiliki interpretasi sepihak adalah benar dan patut ditiru bahkan dilaksanakan di Indonesia, seperti Poligami.
Filed under: Indonesia Feminism Ideology | Tagged: Haram, Pancasila | Leave a Comment »