<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Indonesia Feminist Perspective Theory &amp; Practices</title>
	<atom:link href="http://wartafeminis.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wartafeminis.wordpress.com</link>
	<description>Indonesia Feminist Perspectives, See the World with New Eyes</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 Dec 2009 23:01:33 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Brief History, Road of Indonesia Women Moveament by Raden Adjeng Kartini &#8211; Première féministe indonésienne &#171; secangkir kopi susu dari Indonesia</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2007/03/13/brief-history-road-of-indonesia-women-moveament/#comment-182</link>
		<dc:creator>Raden Adjeng Kartini &#8211; Première féministe indonésienne &#171; secangkir kopi susu dari Indonesia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 23:01:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2007/03/13/brief-history-road-of-indonesia-women-moveament/#comment-182</guid>
		<description>[...] Pour en savoir plus sur le mouvement féminin en Indonésie  / you want to know more about Indonesian Women Movement ? : cliquer ici/click here [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Pour en savoir plus sur le mouvement féminin en Indonésie  / you want to know more about Indonesian Women Movement ? : cliquer ici/click here [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on KARTINI, THE LOVE, THE LIVING OF A REMARKABLE WOMAN by fralinesia</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/05/09/kartini-the-love-the-living-of-a-remarkable-woman/#comment-181</link>
		<dc:creator>fralinesia</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 22:51:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/?p=177#comment-181</guid>
		<description>I dont know much about Indonesia, but i read it anyway. Her writing is so beautiful, and she always feels hopeful.
Kartini&#039;s raised the dream of a better life for all Indonesians, but her thoughs, few decades before feminists like Simone de Beauvoir are still relevant today.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>I dont know much about Indonesia, but i read it anyway. Her writing is so beautiful, and she always feels hopeful.<br />
Kartini&#8217;s raised the dream of a better life for all Indonesians, but her thoughs, few decades before feminists like Simone de Beauvoir are still relevant today.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Penjajahan Arab by abdullah</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2008/06/11/%e2%80%9cpenjajahan%e2%80%9d-arab-dan-kemungkinan-musnahnya-aset-budaya-bangsa-indonesia/#comment-178</link>
		<dc:creator>abdullah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Nov 2009 03:12:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/?p=70#comment-178</guid>
		<description>yo..i. setuju banget BOSS. tulisan yang sangat bagus. trim&#039;s banget.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>yo..i. setuju banget BOSS. tulisan yang sangat bagus. trim&#8217;s banget.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ketika Buku Anti-Poligami Membuat Kader PKS ”Terbelah” by BungBengbeng</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2007/11/30/ketika-buku-anti-poligami-membuat-kader-pks-%e2%80%9dterbelah%e2%80%9d/#comment-151</link>
		<dc:creator>BungBengbeng</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 00:51:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2007/11/30/ketika-buku-anti-poligami-membuat-kader-pks-%e2%80%9dterbelah%e2%80%9d/#comment-151</guid>
		<description>Iya neh, kebiasaan gak berani terus terang, bilang aja klo punya &quot;nafsu kuda&quot;, jangan bawa2 agama, khan lebih enak gitu. Kasihan Islam kalo selalu untuk urusan poligami dibawa &amp; jadi pembenaran, kalo berantas korupsi malah pura-pura &quot;mata kuda&quot;. Korupsi &amp; pungli tuh dah rahasia umum kok, tapi yg ngaku wakil rakyat dari partai bersih bener2 duduk anteng aja ya......., cuma teriak &quot;partai bersih&quot; untuk narik simpati pemilih, tapi teriak juga dong sebagai &quot;PEMBERSIH&quot;.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya neh, kebiasaan gak berani terus terang, bilang aja klo punya &#8220;nafsu kuda&#8221;, jangan bawa2 agama, khan lebih enak gitu. Kasihan Islam kalo selalu untuk urusan poligami dibawa &amp; jadi pembenaran, kalo berantas korupsi malah pura-pura &#8220;mata kuda&#8221;. Korupsi &amp; pungli tuh dah rahasia umum kok, tapi yg ngaku wakil rakyat dari partai bersih bener2 duduk anteng aja ya&#8230;&#8230;., cuma teriak &#8220;partai bersih&#8221; untuk narik simpati pemilih, tapi teriak juga dong sebagai &#8220;PEMBERSIH&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on pulang kampung by wartafeminis</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2008/09/25/pulang-kampung/#comment-143</link>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 16:38:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/?p=123#comment-143</guid>
		<description>Bagi seorang feminis, menjadi lesbian adalah salah satu pilihan, sama dengan memilih menikah dengan laki-laki. Motivasi feminis ini yang biasanya berbeda-beda, dalam hal menjadi lesbian.Artinya pilihan dimotivasi mendapatkan kenyamanan (happiness), ada yang sebagai pilihan politik (feminist is theory lesbian is practice--umumnya feminis radikal), ada yang phase saja, atau ada juga yang menyadari bahwa dirinya sudah menjadi lesbian sejak lama dari sananya &#039;compulsary lesbian&#039; pada semua perempuan women-loving women yang eksis di antara sesama perempuan, cuma mendapat kesadaran di akhir-akhir saja. Yang terakhir ini, baik melakukan hubungan seksual atau tidak, kasih sayang di antara sesama perempuan bisa disebut sebagai root of lesbianism.
Berbeda tentunya ketika feminis memilih menjadi heteroseksual, ini yang bisa saja sama  juga dengan pilihan-pilihan menjadi lesbian bisa juga tidak, masalahnya ada force dari society untuk menjadi heterseksual.
Saya sebagai feminis fundamentalis, menganggap seksualitas sesuatu yang fluid (lentur), kemana hati membawa, kita bisa saja tertarik pada jenis kelamin sama, atau jenis kelamin beda dari manusia. Sudah ada banyak contoh, ketika seorang laki-laki dioperasi menjadi transeksual perempuan, eh dia tertarik juga pada perempuan. Atau perempuan yang menjadi transeksual laki-laki eh tertarik pada laki-laki (gay).
Saya menganggap ketertarikan pada manusia (secara seksual maupun emosional) adalah basis dasar yang memperkuat pernyataan bahwa manusia adalah mahluk sosial yang butuh disayang, dan menyayangi, regardless jenis kelamin, umur, status sosial-kelas sosial, agama, budaya, bentuk tubuh ataupun latar belakang kehidupannya....
wartafeminis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi seorang feminis, menjadi lesbian adalah salah satu pilihan, sama dengan memilih menikah dengan laki-laki. Motivasi feminis ini yang biasanya berbeda-beda, dalam hal menjadi lesbian.Artinya pilihan dimotivasi mendapatkan kenyamanan (happiness), ada yang sebagai pilihan politik (feminist is theory lesbian is practice&#8211;umumnya feminis radikal), ada yang phase saja, atau ada juga yang menyadari bahwa dirinya sudah menjadi lesbian sejak lama dari sananya &#8216;compulsary lesbian&#8217; pada semua perempuan women-loving women yang eksis di antara sesama perempuan, cuma mendapat kesadaran di akhir-akhir saja. Yang terakhir ini, baik melakukan hubungan seksual atau tidak, kasih sayang di antara sesama perempuan bisa disebut sebagai root of lesbianism.<br />
Berbeda tentunya ketika feminis memilih menjadi heteroseksual, ini yang bisa saja sama  juga dengan pilihan-pilihan menjadi lesbian bisa juga tidak, masalahnya ada force dari society untuk menjadi heterseksual.<br />
Saya sebagai feminis fundamentalis, menganggap seksualitas sesuatu yang fluid (lentur), kemana hati membawa, kita bisa saja tertarik pada jenis kelamin sama, atau jenis kelamin beda dari manusia. Sudah ada banyak contoh, ketika seorang laki-laki dioperasi menjadi transeksual perempuan, eh dia tertarik juga pada perempuan. Atau perempuan yang menjadi transeksual laki-laki eh tertarik pada laki-laki (gay).<br />
Saya menganggap ketertarikan pada manusia (secara seksual maupun emosional) adalah basis dasar yang memperkuat pernyataan bahwa manusia adalah mahluk sosial yang butuh disayang, dan menyayangi, regardless jenis kelamin, umur, status sosial-kelas sosial, agama, budaya, bentuk tubuh ataupun latar belakang kehidupannya&#8230;.<br />
wartafeminis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on pulang kampung by edith</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2008/09/25/pulang-kampung/#comment-142</link>
		<dc:creator>edith</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 05:59:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/?p=123#comment-142</guid>
		<description>aku mau tanya, apa perspektif anda mengenai lesbian sebagai seorang feminis tentunya. thx sebelumnya.

salam keberagaman</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aku mau tanya, apa perspektif anda mengenai lesbian sebagai seorang feminis tentunya. thx sebelumnya.</p>
<p>salam keberagaman</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gerakan Perempuan Indonesia Tanpa Ideologi by wartafeminis</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2007/03/13/gerakan-perempuan-indonesia-tanpa-ideologi/#comment-137</link>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 19:21:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2007/03/13/gerakan-perempuan-indonesia-tanpa-ideologi/#comment-137</guid>
		<description>saya TIDAK SEPAKAT  dengan kata-kata anda &quot;aktivis perempuan sering terjebak atau lebih mengedepankan ketertidasan oleh laki-laki, membenturkan antara laki-laki dan perempuan, lebih sering melakukan provokasi kepada kaumnya untuk melakukan perlawanan.

Karena aktivis perempuan melawan bukan pada &#039;mahluk&#039; laki-laki tetapi melawan sistem yang menindas manusia bernama Patriarki dimana yang mempraktekkan sistem itu  mayoritas laki-laki dan mendapat keuntungan dari praktek itu mayoritas laki-laki.
 
saya SETUJU kurang memberikan sosialisasi kepada kaum laki-laki..
bahwa belum ada pelatihan/pendidikan gender yang pesertanya laki-laki

bahwa laki-laki tidak banyak tertarik untuk ikut pelatihan atau sosialisasi feminisme, sama seperti kata anda Tidak lucu aktivis gender seorang laki-laki, karena sampai saat ini laki-laki yang mayoritas diuntungkan oleh berlakukan sistem patriarki &#039;malas&#039; tidak mau ikut memikirkan memanusiakan semua mahluk manusia, karena jika semua manusia sama, setara maka, laki-laki akan merasa terancam kehilangan keuntungannya dari sistem yang berjalan&gt;&gt;&gt; &#039;privelege&#039; sebagai mahluk yang dilayani, mahluk yang paling benar, yang layak memimpin.....etc.

feminism is for everyone (laki-laki perempuan, atau transgender, transeksual dan semesta)

umi lasminah, pengelola wartafeminis</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya TIDAK SEPAKAT  dengan kata-kata anda &#8220;aktivis perempuan sering terjebak atau lebih mengedepankan ketertidasan oleh laki-laki, membenturkan antara laki-laki dan perempuan, lebih sering melakukan provokasi kepada kaumnya untuk melakukan perlawanan.</p>
<p>Karena aktivis perempuan melawan bukan pada &#8216;mahluk&#8217; laki-laki tetapi melawan sistem yang menindas manusia bernama Patriarki dimana yang mempraktekkan sistem itu  mayoritas laki-laki dan mendapat keuntungan dari praktek itu mayoritas laki-laki.</p>
<p>saya SETUJU kurang memberikan sosialisasi kepada kaum laki-laki..<br />
bahwa belum ada pelatihan/pendidikan gender yang pesertanya laki-laki</p>
<p>bahwa laki-laki tidak banyak tertarik untuk ikut pelatihan atau sosialisasi feminisme, sama seperti kata anda Tidak lucu aktivis gender seorang laki-laki, karena sampai saat ini laki-laki yang mayoritas diuntungkan oleh berlakukan sistem patriarki &#8216;malas&#8217; tidak mau ikut memikirkan memanusiakan semua mahluk manusia, karena jika semua manusia sama, setara maka, laki-laki akan merasa terancam kehilangan keuntungannya dari sistem yang berjalan&gt;&gt;&gt; &#8216;privelege&#8217; sebagai mahluk yang dilayani, mahluk yang paling benar, yang layak memimpin&#8230;..etc.</p>
<p>feminism is for everyone (laki-laki perempuan, atau transgender, transeksual dan semesta)</p>
<p>umi lasminah, pengelola wartafeminis</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Perempuan, Nasionalisme dan Pendidikan by tita</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2007/07/30/perempuan-nasionalisme-dan-pendidikan/#comment-136</link>
		<dc:creator>tita</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 05:27:55 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2007/07/30/perempuan-nasionalisme-dan-pendidikan/#comment-136</guid>
		<description>hi umi. 
thnks bwt artikelnya. saya menyambut baik ulasan ini..
saya mau mengatakan bahwa menjadi seorang feminis bukan berarti mencoba untuk mendobrak hierarkhi antara laki-laki dan perempuan misalnya diferensiasi kelamin kedua maklhluk ini, namun bagaimana perempuan diberikan ruang untuk berbicara dan diberika kesempatan yang sama untuk berkarya dan bekerja di dunia publik..
ssaya tunggu artikel berikutnya umi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hi umi.<br />
thnks bwt artikelnya. saya menyambut baik ulasan ini..<br />
saya mau mengatakan bahwa menjadi seorang feminis bukan berarti mencoba untuk mendobrak hierarkhi antara laki-laki dan perempuan misalnya diferensiasi kelamin kedua maklhluk ini, namun bagaimana perempuan diberikan ruang untuk berbicara dan diberika kesempatan yang sama untuk berkarya dan bekerja di dunia publik..<br />
ssaya tunggu artikel berikutnya umi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Gerakan Perempuan Indonesia Tanpa Ideologi by sukardi bendang</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2007/03/13/gerakan-perempuan-indonesia-tanpa-ideologi/#comment-135</link>
		<dc:creator>sukardi bendang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Sep 2008 13:34:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2007/03/13/gerakan-perempuan-indonesia-tanpa-ideologi/#comment-135</guid>
		<description>Saya sepakat dengan Gerakan perempuan  indonesia tanpa idiologi,kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit dan perkembangannya agak lamban.Kadang para aktivis perempuan sering terjebak atau lebih mengedepankan ketertindasannya oleh laki2,membenturkan antara laki2 dan perempuan,lebih sering melakukan provokasi kepada kaumnya untuk melakukan perlawanan dan kurang memberikan sosialisasi atau penyadaran kepada kaum laki2,belum ada pelatihan/pendidikan gender yang pesertanya mayoritas laki2.Saya kira tidak lucu juga kalau aktivis gender ini seorang laki2.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sepakat dengan Gerakan perempuan  indonesia tanpa idiologi,kalaupun ada jumlahnya sangat sedikit dan perkembangannya agak lamban.Kadang para aktivis perempuan sering terjebak atau lebih mengedepankan ketertindasannya oleh laki2,membenturkan antara laki2 dan perempuan,lebih sering melakukan provokasi kepada kaumnya untuk melakukan perlawanan dan kurang memberikan sosialisasi atau penyadaran kepada kaum laki2,belum ada pelatihan/pendidikan gender yang pesertanya mayoritas laki2.Saya kira tidak lucu juga kalau aktivis gender ini seorang laki2.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on About WARTA FEMINIS by Pipit</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/about/#comment-134</link>
		<dc:creator>Pipit</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 06:43:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">#comment-134</guid>
		<description>Siipp Umi, maju terus, tulisanmu membuatku banyak belajar...
Thanks...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Siipp Umi, maju terus, tulisanmu membuatku banyak belajar&#8230;<br />
Thanks&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
