<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indonesia Feminist Perspective Theory &#38; Practices</title>
	<atom:link href="http://wartafeminis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wartafeminis.wordpress.com</link>
	<description>Indonesia Feminist Perspectives, See the World with New Eyes</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 17:04:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='wartafeminis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/4f91a21928dae6c4aaf0488df4ee736b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indonesia Feminist Perspective Theory &#38; Practices</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Keadilan bukan Cuma untuk Elit</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/11/01/keadilan-bukan-cuma-untuk-elit/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/11/01/keadilan-bukan-cuma-untuk-elit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 17:03:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Blog]]></category>
		<category><![CDATA[elit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2009/11/01/keadilan-bukan-cuma-untuk-elit/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu ini dan beberapa minggu lalu media cetak dan elektronik mengupas selalu KPK yang anggotanya ditahan. Lalu berbondong-bondong orang penting, tokoh organisasi tokoh partai menjaminkan dirinya untuk jaminan bagi penangguhan penahanan atas Chandra dan Bibit.
Duh Indonesia, mengapa selalu saja elit-elit mendapat ruang seluasnya buat apa yang menjadi realitas sehari-hari manusia.
Tak hanya BIBIT dan CHANDRA yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=256&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Minggu ini dan beberapa minggu lalu media cetak dan elektronik mengupas selalu KPK yang anggotanya ditahan. Lalu berbondong-bondong orang penting, tokoh organisasi tokoh partai menjaminkan dirinya untuk jaminan bagi penangguhan penahanan atas Chandra dan Bibit.</p>
<p>Duh Indonesia, mengapa selalu saja elit-elit mendapat ruang seluasnya buat apa yang menjadi realitas sehari-hari manusia.</p>
<p>Tak hanya BIBIT dan CHANDRA yang ditahan saat BELUM TERBUKTI SALAH, beberapa hari yang lalu dimuat dalam suatu berita halaman satu Kompas, seorang dituduh MENCURI Listrik DAN SUDAH DITAHAN hampir satu bulan, SUDAH DITAHAN dan tak ada yang Menjaminkan. Padahal hanya untuk mencharge HP-nya agar tahu berita GEMPA di Padang! Dan orang ini SUDAH DITAHAN TANPA PENGADILAN!</p>
<p>JADI JANGANLAH RIBUT-RAME SOAL YANG PENTING TAPI BANYAK HAL JUGA YANG PENTING BUAT RAKYAT, Mereka yang dituduh maling ayam, mereka yang dituduh mencuri dan dianiaya hingga tewas.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/256/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/256/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/256/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=256&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/11/01/keadilan-bukan-cuma-untuk-elit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film Nasionalisme?</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/11/01/film-nasionalisme/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/11/01/film-nasionalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 16:55:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2009/11/01/film-nasionalisme/</guid>
		<description><![CDATA[Baru baru ini sempat nonton di bioskop dua film yang katanya didesain untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Pertama film MERAH PUTIH (MP) dan yang baru-baru ini RUMA MAIDA (RM).
Duh kecewa dan tidak merekomendasikan untuk ditonton, tapi demi untuk menonton film Indonesia tentunya lebih baik ditonton saja, film apa saja. Disamping itu jika menonton film RUMA MAIDA [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=255&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Baru baru ini sempat nonton di bioskop dua film yang katanya didesain untuk membangkitkan semangat nasionalisme. Pertama film MERAH PUTIH (MP) dan yang baru-baru ini RUMA MAIDA (RM).</p>
<p>Duh kecewa dan tidak merekomendasikan untuk ditonton, tapi demi untuk menonton film Indonesia tentunya lebih baik ditonton saja, film apa saja. Disamping itu jika menonton film RUMA MAIDA di Megablizt GrandIndonesia dapat kaos! Hmm gak substantif sekali. Tetapi sebentar, ini saya review filmnya sedikit dan sekilas saja.</p>
<p>Secara kasar kesimpulan untuk film MP: kostum ngacak, setting waktu tidak jelas, emosi cuma hadir sat ada kematian. Pemainnya tidak ada yang menonjol, tidak banyak dialog yang berharga untuk diingat lama, mungkin ada satu inilah saatnya kaum dari kelurga petani/peternak jadi pemimpin (tidak persis seperti itu, tapi makna seperti itu). Pertentangan kelas lumayan baik ditampilkan tetapi kurang digarap. Yang paling mencolok saat setting kejadian pertempuran di Magelang, masyarakatnya kostum seperti masyarakat Jawa Barat, dan tak kalah pentingnya adegan Merobek bendera dari merah putih biru menjadi merah putih, adegan tanpa bahasa. Ini mungkin karena melibatkan banyak pihak dari pihak asing (visual effect atau director photography&#8211;mesti di cek lagi). </p>
<p>Untuk film RM: wah sayang sekali, ini film tak ada pemanin yang menonjol mungkin hanya Soekarno, bukan karena aktingnya tapi karena figur dan gerak-geriknya MIRIP sekali. Tapi ada yang mungkin tak lazim buat seorang Soekarno yang ditampilkan bertemu dengan perempuan seperti yang diperankan oleh Wulan Guritno dan, Soekarno tak peduli lihat perempuan cantik!! </p>
<p>Yang paling parah adalah mengganti kata-kata Soekarno tentang Mengapa Penting Merdeka dengan sekedar bilang Soekarno ingin cepat Merdeka.  Narasi pemeran utama gundah dengan konflik Soekarno-Hatta Sharir, tapi hanya bilang bahwa Soekarno ingin mempercepat dan merebut kemerdekaan, sementara Sharir dan Hatta ingin mendidik dulu rakyat Indonesia. </p>
<p>Padahal (seperti kutipan dalam Pidato 1 Juni-nya). </p>
<p>Soekano memberikan tekanan Tekad dan Keberanian Merdeka: &#8220;Samiun (marhaen) :Tekad hatinya yang perlu, tekad hatinya Samiun kawin dengan satu tikar dan satu periuk, dan hati sang Ndoro baru kawin kalau sudah mempunyai gerozilver (peralatan makan dari perak)&#8230;&#8221; &#8230;solanya adalah demkia&#8211;Kita berani Merdeka atau Tidak&#8221;..Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakakan Rakyat Kita.</p>
<p>Film RM adalah film Romance&#8211;ada dua adegan perkawian di film ini. Sama dengan film MP, emosi cuma hadir saat ada kematian dug! </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/255/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/255/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/255/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=255&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/11/01/film-nasionalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perempuan Kelas Menengah</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/29/perempuan-kelas-menenghah-pelanggeng-keterpurukan/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/29/perempuan-kelas-menenghah-pelanggeng-keterpurukan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 03:35:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Globalization]]></category>
		<category><![CDATA[kelas]]></category>
		<category><![CDATA[menengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Perempuan Kelas Menengah Indonesia: Agen Pelanggeng Keterpurukan Bangsa?
Seringkali tampaknya seolah-olah saya antipati terhadap kelas menengah atas, dan sering dianggap ‘iri’ atau sirik. Tidak apa-apa. Karena pada dasarnya opini yang sering saya kemukakan tentang kelas menengah Indonesia tak lain adalah fakta brutal, fakta nyata dari suatu masyarakat kelas menengah yang individualis, apatis dan apolitis.
Hal ini terutama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=244&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perempuan Kelas Menengah Indonesia: Agen Pelanggeng Keterpurukan Bangsa?</p>
<p>Seringkali tampaknya seolah-olah saya antipati terhadap kelas menengah atas, dan sering dianggap ‘iri’ atau sirik. Tidak apa-apa. Karena pada dasarnya opini yang sering saya kemukakan tentang kelas menengah Indonesia tak lain adalah fakta brutal, fakta nyata dari suatu masyarakat kelas menengah yang individualis, apatis dan apolitis.</p>
<p>Hal ini terutama sekali dalam konteks kolektifitas gerakan sosial. Salah satu masalah yang paling mendasar dari keberlanjutan keterpurukan Bangsa Indonesia adalah, tidak andilnya kelas menengah dalam gerakan sosialnya, dan dalam konteks ini perempuan kelas menengah.</p>
<p>Sangat sulit untuk berharap pada perempuan kelas menengah Indonesia, hal ini terutama mereka adalah produk hidup dari Orde Baru, dimana Negara dan pemerintah telah menghegemoni state of mind mereka, dan menghegemoni nurani mereka dengan stereotipe perempuan: yang takut pada politik, kekuasaan adalah kejahatan dan domestikasi adalah keharusan, dan konsumerisme adalah kewajaran.</p>
<p><strong>Pelaksana Neoliberal</strong></p>
<p>Keterpurukan Indonesia yang terus menerus baik secara ekonomi maupun politis tidak terlepas dari sikap, prilaku dan gerakan perempuan kelas menengah. Secara tidak sadar para perempuan kelas menengah ini menjadi agen neoliberal. Pada konteks kebijakan negara yang didorong dan disponsori oleh pihak luar (baca Asing negara-negara Barat utama Amerika Serikat-sebagai Bapak Kapitalis dunia), perempuan terbawa arus, terikut serta dan tidak memiliki kekuatan kolektif untuk melawan. Yang paling real adalah manakala BBM naik, perempuan kelas menengah atas tidak ada yang lantang bersuara tidak ada yang secara nyata dan pasti menolak dengan bergerak. Hampir total semuanya diam. Kebijakan neoliberal membuka luas ruang kapitalisme yang diakomodasi melalui peraturan dan regulasi pemerintah, dalam arti sempit saya, neoliberal adalah kapitalisme yang diresmikan melalui regulasi pemerintah. Contoh riil-nya adalah UU Mineal dan Batubara No. 4 tahun 2009, atau UU Kelistrikan dan mungkin yang juga tak kalah krusialnya UU Pelayanan Publik dan UU Badan Hukum Pendidikan.</p>
<p>Neoliberal yang di Indonesia dimulai resmi dengan keikutsertaan Indonesia menjadi anggota WTO (Organisasi Perdagangan Internasional) melalui UU No.7 Tahun 1994. Undang-undang yang memuat ratifikasi keanggotaan Indonesia di WTO ini memiliki lampiran berbahasa Inggris tentang syarat dan kewajiban Indonesia dalam naungan WTO. Melalui UU inilah Indonesia memiliki kewajiban dan keharusan yang sebenarnya tidak layak dilakukan oleh Negara Indonesia yang masih dalam konteks membangun negeri. Globalisasi ekonomi yang dihembuskan dalam WTO tak lain adalah membuka peluang keleluasaan Negara maju untuk berusaha mengeruk keuntungan dari negara Indonesia. Dalam konteks ini barang masuk dan perusahaan asing beroperasi dan menjajakan daganganya dan mentargetkan perempuan sebagai pasarnya. Terkait dengan liberalisasi perdangangan BBM, dengan naiknya harga BBM Indonesia yang hampir sama dengan negara maju, maka SPBU-SPBU asing tumbuh subur berdagang dan bersaing dengan SPBU Indonesia (Pertamina dan milik orang Indonesia). SPBU Indonesia harus bersaing dengan <em>SHELL</em>, PETRONAS, BP (British Petroleum). Lalu barang-barang yang dikonsumsi perempuan atau keluarga mulai dari sabun, pakaian perabot rumah tangga juga datang dari barang-barang yang dibuat di luar negeri (impor).</p>
<p>Hampir pasti perempuan memilih barang yang lebih murah dengan kualitas bagus. Hampir pasti jarang sekali atau bahkan hampir tidak ada perempuan Indonesia yang ketika berbelanja mencari barang buatan Indonesia. Sementara para pedagang dengan lantang menjajakan dagangannya sambil bilang “ini dari Hongkong mbak, atau cincin ini buatan Taiwan mbak”&#8230;lalu perempuan yang sedang memilih-milih yang akan dibelinya mau tak mau terbawa, sangat sulit menemukan perempuan yang bilang “wah saya mau cari barang lokal, yang bagus kan banyak juga mbak&#8230;cinta produk dalam negeri dunk”.</p>
<p>Si Pedagang bisa keheranan dan menganggap perempuan ini aneh atau langsung bilang “wah gak ada tuh mbak”&#8230;Yang paling mengejutkan juga adalah, di toko-toko besar dimana terdapat banyak barang produk impor untuk produk tas, sepatu, tapi sulit menemukan produk terkenal lokal seperti Eiger, Bodypack atau Export seperti di Sarinah, atau di Blok M Plaza atau di Grand Indonesia. Kita sulit menemukan barang-barang Indonesia yang memiliki kualitas baik dan harga terjangkau di tempat dimana barang-barang bermerk impor merajalela, seakan-akan barang Indonesia berkualitas pun tak cocok dan tak layak dipajang di tempat-tempat atau toko bagi pembeli kelas menengah ke atas.</p>
<p>Apatis dan Apolitis</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>bersambung..</p>
<p>@umilasminah</p>
<p class="MsoNormal">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/244/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/244/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/244/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=244&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/29/perempuan-kelas-menenghah-pelanggeng-keterpurukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bangladesh Larang Hizbut Tahrir</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/29/bangladesh-larang-hizbut-tahrir/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/29/bangladesh-larang-hizbut-tahrir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 03:05:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[hizbut tahir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/29/bangladesh-larang-hizbut-tahrir/</guid>
		<description><![CDATA[Politik dan Ekonomi &#124; 23.10.2009
Bangladesh Larang Hizbut Tahrir
dw-world.de
Kementrian Dalam Negeri Bangladesh menyatakan larangan terhadap Hizbut Tahrir, yang di Indonesia dikenal juga dengan nama Partai Pembebasan, karena dituduh berupaya mendestabilisasikan negara.
Menteri Dalam Negeri Bangladesh Sahara Khatun mengatakan,  organisasi Islam radikal Hizbut Tahrir yang secara resmi dilarang di sedikitnya 20 negara, tercatat paling atas dalam daftar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=251&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Politik dan Ekonomi | 23.10.2009<br />
Bangladesh Larang Hizbut Tahrir</p>
<p>dw-world.de</p>
<p>Kementrian Dalam Negeri Bangladesh menyatakan larangan terhadap Hizbut Tahrir, yang di Indonesia dikenal juga dengan nama Partai Pembebasan, karena dituduh berupaya mendestabilisasikan negara.</p>
<p>Menteri Dalam Negeri Bangladesh Sahara Khatun mengatakan,  organisasi Islam radikal Hizbut Tahrir yang secara resmi dilarang di sedikitnya 20 negara, tercatat paling atas dalam daftar 10 kelompok yang diduga menjadi dalang tindakan subversif di negara itu. Sahara Khatun mengungkapkan kepada wartawan pada hari Kamis (22/10) bahwa Hizbut Tahrir dilarang karena menentang negara, pemerintahan, rakyat dan sejak lama melakukan tindakan anti demokrasi di Bangladesh.</p>
<p>Lebih dari sepuluh orang terluka hari Rabu (21/10) ketika seorang yang tak dikenal melemparkan bom ke mobil Fazle Noor Tapas, anggota parlemen dari Liga Awami, partai dari Perdana Menteri Sheikh Hasina yang juga adalah keponakannya. Tapas berhasil lolos dari serangan tanpa cedera. Rencana pemimpin Hizbut Tahrir di Bangladesh, Mohiuddin Ahmed, untuk mengeluarkan pernyataan kepada media hari Jumat (23/10) gagal karena polisi melakukan serbuan ke rumahnya dan menghentikan jumpa pers. Demikian menurut keterangan para wartawan yang hadir.</p>
<p>Ahmed, guru besar di Universitas Dhaka, melarikan diri tidak lama setelah serbuan polisi itu. Dia maupun keluarganya tidak dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan mengenai insiden itu.</p>
<p>Sementara itu, organisasi Hizbut Tahrir di London menyatakan bertujuan untuk menyatukan umat muslim dalam yang dinamakan Pan-Islam dan mengaku bahwa organisasinya menggunakan sarana damai untuk mencapai tujuannya.</p>
<p>Kementerian Dalam Negeri Bangladesh menyatakan telah memerintahkan untuk memburu pelaku serangan hari Rabu (21/10) terhadap Tapas di segala penjuru negeri itu dan juga untuk meningkatkan pengamanan bagi politisi senior.</p>
<p>Pemerintah Bangladesh meyakini bahwa ada ratusan anggota kelompok Islam militan yang beroperasi di negara yang mayoritasnya memeluk agama Islam itu. Kelompok militan ini dituding mengupayakan agar Bangladesh menjadi negara berdasarkan hukum Syariah.</p>
<p>Tahun 2005 anggota-anggota kelompok Islam militan meledakkan sedikitnya 500 bom berukuran kecil dalam serangan yang bersamaan waktunya di seluruh Bangladesh. Namun enam komandan tertingginya berhasil ditangkap dan dihukum gantung pada awal 2007.</p>
<p>Bangladesh yang menerapkan konstitusi sekular, selama ini repot menghadapi kelompok-kelompok Islam berhaluan keras yang melancarkan tindak kekerasan di seluruh Bangladesh. Pada bulan-bulan terakhir, aparat keamanan telah menangkap puluhan kandidat pelaku bunuh diri dan menyita bahan peledak dalam jumlah yang besar dari berbagai pelosok negeri itu.</p>
<p>Pemerintah sebelumnya juga telah melarang empat lembaga Islam radikal, yakni Jama&#8217;atul Mujahidin Bangladesh, Harkatul Jihad al Islami, Jagrata Muslim Janata Bangladesh dan Shahadat-e al Hikma atas tuduhan mempunyai hubungan dengan kelompok militan.</p>
<p>CS/HP/rtre/dpae</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=251&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/29/bangladesh-larang-hizbut-tahrir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DARAH INDONESIA</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/28/darah-indonesia-oleh-umi-lasminah/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/28/darah-indonesia-oleh-umi-lasminah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 05:46:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Blog]]></category>
		<category><![CDATA[darah Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/28/darah-indonesia-oleh-umi-lasminah/</guid>
		<description><![CDATA[DARAH INDONESIA
Inilah darah orang-orang Indonesia. Darah Indonesia merah, bertulang putih. Darah Indonesia biasanya memiliki aliran darah para ksatria, para dharma, para kyai, para pendeta,  waisya ; para pedagang dan sudra, para pengemis dan darah keturunan para priyayi pendiri Negeri.
Darah orang Indonesia adalah darah yang dialiri semangat, kerja kerasa. Merekalah orang-orang Indonesia sejati yang berkarakter [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=248&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>DARAH INDONESIA</p>
<p>Inilah darah orang-orang Indonesia. Darah Indonesia merah, bertulang putih. Darah Indonesia biasanya memiliki aliran darah para ksatria, para dharma, para kyai, para pendeta,  waisya ; para pedagang dan sudra, para pengemis dan darah keturunan para priyayi pendiri Negeri.</p>
<p>Darah orang Indonesia adalah darah yang dialiri semangat, kerja kerasa. Merekalah orang-orang Indonesia sejati yang berkarakter kreatif dan tak malu untuk bekerja secara halal. Merekalah darah warisan para raja-raja, para punakawan dan orang-orang perkasa pendiri candi-candi megah dan gedung-gedung tinggi se antero negeri.</p>
<p>Orang-orang Indonesia perkasa yang ketika mereka di PHK, laki-laki dan perempuan pada tahun 1997, terus berusaha bekerja dengan berdagang apa saja, dan terus hidup di tanah Indonesia.</p>
<p>Orang-orang Indonesia sejati di antaranya adalah mereka yang tidak mengenal lelah terus bekerja keras mencari makan di jalanan dengan menjadi pedagang asongan, penjual bakso keliling, atau menjadi tukang parkir di sudut-sudut mal, atau bangunan kantor.</p>
<p>Orang Indonesia berdarah merah dengan semangat menyala. Merekalah orang-orang yang berbondong-bondong pergi bersama-sama, berkelompok dengan menyewa bis atau sekedar naik motor berboncengan menuju Stadion Utama Gelora Bung Karno untuk menonton Tim Sepakbola Merah Putih bertanding berusaha mengalahkan lawannya. Walaupun kalah, orang-orang Indonesia ini tetap semangat akan terus menonton Tim Merah Putih bertanding dan berusaha mengalahkan lawan.</p>
<p>Orang-orang Indonesia juga, baik yang bermata sipit maupun belo/besar bergiat pergi menuju Istora Senayan dan mengeluarkan uang tidak sedikit untuk menonton pertandingan Bulutangkis/Badminton, memberi semangat pada pemain-pemain bulutangkis untuk mengalahkan lawannya.</p>
<p>Orang-orang Indonesia yang darahnya merah, kulitnya coklat gelap, coklat muda/kuning langsat atau putih bersih seperti cream susu adalah orang-orang yang pengasih pada sesama mahluk sesama bangsa. Mereka rajin memberi makan binatang-binatang liar seperti kucing, burung, tikus yang berseliweran di antara rumah-rumah indah maupun di antara sempit-nya gang-gang kumuh. Orang-orang Indonesia sesungguhnya saling mengasihi sejak dulu bahkan sebelum Nama Indonesia resmi menjadi nama Negara dan Bangsa, sebelum Bahasa Indonesia menjadi bahasa perantara maksud sesama manusia Indonesia.</p>
<p>Orang-orang Indonesia saling mengasihi dan menghargai satu sama lain. Walaupun beda agama, beda suku, beda latar belakang kekayaan dan pendidikan. Orang-orang Indonesia inilah orang-orang asli berkarakter Indonesia. Mereka ini dapat ditemukan di Yogyakarta, di Solo atau di dekat-dekat sini di Jakarta.</p>
<p>Orang Indonesia selalu menghargai umat agama yang berbeda. Bukankah hal ini juga ditunjukkan oleh para pemimpinnya. Presiden Indonesia mungkin beragama Islam, saat perayaan Natal, perayaan Waisak atau Galungan dan Kuningan, selalu saja sang Presiden Hadir sebagai bagian tugasnya sebagai Bapak/Ibu Bangsa, Bapak/Ibu Negara. Di beberapa daerah hingga kini masih terjadi ketika hari Natal para tetangga yang muslim memberi ucapan selamat, bahkan mengantarkan hantaran makanan, tidak usah jauh-jauh di Pondok Aren masih ada masyarakat dengan toleransi tinggi seperti ini.</p>
<p>Orang-orang Indonesia yang darahnya merah, dan bertipe golongan A, O, B, atau AB tetaplah manusia biasa yang sering kali menjadi panas darahnya, lalu tertipu dan terpengaruh setan sehingga melakukan kekerasan, melakukan penghinaan pada sesama mahluk dan bangsa Indonesia, yang jelas-jelas makan dari tanah dan air yang sama, tumbuhan dan lauk pauk yang ditanam di tanah dan air yang sama.</p>
<p>Orang-orang Indonesia adalah orang-orang yang karena baik hatinya, menjadi mudah menerima, menjadi mudah mengakui apa yang sebenarnya bukan bagian dari Ke Indonesiaannya. Kita melihat ada banyak orang-orang berpakaian dan berkostum tertentu, yang mengacung-ngacungkan golok, kayu atau bambu lalu menakut-nakuti, dan mengobrak-abrik milik dan lahan kerja orang lain. Mereka ini melakukannya atas nama apa yang dianggap benar oleh mereka. Bahkan orang-orang ini, yang jika kita lihat identitasnya pasti masih berKTP WNI memukul, menendang dan menghujamkan kata-kata hinaan pada orang lain yang juga berKTP WNI. Orang-orang berpakaian dan kostum tertentu ini kemudian menimbulkan luka, membuat orang lain mengalirkan darah dari hidungnya—darah Indonesia yang juga merah, sama seperti darah mereka yang berkostum ini&#8230;Tapi itulah Indonesia yang semoga saja sementara, dan sedikit.</p>
<p>Orang-orang Indonesia berdarah Indonesia, berketurunan dari suku-suku bangsa se Nusantara, adalah orang-orang pekerja keras, kreatif, baik hati dan cenderung menerima. Orang-orang Indonesia kebanyakan begitu nrimo-nya, hingga diperlakukan tak adil pun tidak banyak yang protes, tidak banyak yang bergerak, contohnya mungkin penjajahan, atau juga di saat pemerintahan modern sekarang. Atau yang paling sederhana, ketika orang Indonesia selaku pembeli, berbelanja di Supermarket atau Swalayan, tidak ada kembaliannya, diberikanlah permen, toh hampir 99,9% orang Indonesia tidak menolaknya, walaupun si pembeli ini tidak makan permen.</p>
<p>Orang Indonesia adalah orang paling sederhana sekaligus paling kompleks, sama seperti manusia pada umumnya. Betapa saya bangga menjadi salah satunya, dan tentu saja sangat menikmati dan terus waspada akan adanya gerakan menggantikan darah Indonesia menjadi karakter bukan Indonesia.</p>
<p>SELAMAT MENJAGA SEMANGAT DAN ARTI SUMPAH PEMUDA 1928</p>
<p>@Umi Lasminah</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/248/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/248/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/248/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=248&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/28/darah-indonesia-oleh-umi-lasminah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Utara Indonesia: Serangan budaya penghancur Ideologi Negara</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/19/utara-indonesia-serangan-budaya-penghancur-ideologi-negara/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/19/utara-indonesia-serangan-budaya-penghancur-ideologi-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 02:26:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Indonesia Feminism Ideology]]></category>
		<category><![CDATA[Haram]]></category>
		<category><![CDATA[Pancasila]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/?p=246</guid>
		<description><![CDATA[berita dari realitas di bawah ini merupakan salah satu contoh bahwa Malaysia mulai menancapkan invasi budaya-nya yang pelan-pelan akan menyatakan PANCASILA adalah HARAM.... Sedangkan nilai-nilai Islam yang memiliki interpretasi sepihak adalah benar dan patut ditiru bahkan dilaksanakan di Indonesia, seperti Poligami.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=246&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berita berikut ini menunjukkan apa yang dikhawatirkan Soekarno terbukti, ganyang Malaysia adalah upaya untuk menahan laju imperialisme-koloni dan imperialisme budaya.</p>
<p>Walaupun berkedok agama- dan budaya Islam sesungguhnya Malaysia adalah tameng dan antek bagi lajunya kolonialisme dalam bungkus kapitalisme, sedangkan Malaysia di Utara, Australia di Selatan menjadi penahan maju dan progres-nya Negara Indonesia menjadi negara berdikari secara politik, mandiri secara ekonomi dan berkebudayaan yang berkepribadian Indonesia.</p>
<p>berita dari realitas di bawah ini merupakan salah satu contoh bahwa Malaysia mulai menancapkan invasi budaya-nya yang pelan-pelan akan menyatakan PANCASILA adalah HARAM&#8230;. Sedangkan nilai-nilai Islam yang memiliki interpretasi sepihak adalah benar dan patut ditiru bahkan dilaksanakan di Indonesia, seperti Poligami.</p>
<p>hati-hatilah, karena Tuhan bukan seperti yang dipaksakan sebagian kalangan. Di dunia ini dihadirkan Ribuan nabi dan Rasul yang semuanya membawa ajaran kebajikan, jadi tak ada jalan lain menolak nilai yang tidak mengajarkan kebajikan yang hakiki bagi hati manusia.</p>
<p>umi lasminah @Oktober 2009</p>
<p>Klub Poligami Indonesia Launching di Bandung P</p>
<p>Indonesia Launching di Bandung By Republika Newsroom Minggu, 1</p>
<p>BANDUNG&#8211;Sebanyak 150 orang undangan dari seluruh Indonesia memeriahkan launching klub poligami di Hotel Grand Aquila Bandung, Jawa Barat, Sabtu malam.   Para tamu undangan yang datang di antaranya dari Papua, Jakarta, Tasikmalaya dan Garut. Dalam peresmian tersebut, hadir juga ketua klub poligami Malaysia Global Ikhwan Chodijah Binti Am.   Di samping peresmian klub poligami, dalam kegiatan yang bertema `Poligami Obata Mujarab Untuk Mendapatkan Cinta Allah`, digelar juga konser musik, operet dan penjelasan mengenai poligami.</p>
<p>Ketua Global Ikhwan Chodijah Binti Am mengatakan, klub poligami tersebut awalmulanya diresmikan di Malaysia. Untuk itu, global ikhwan akan mendirikan cabang klub poligami di Indonesia dan dimulai dari daerah Jawa dan Sumatera.   &#8220;Sebelum meresmikan klub poligami di Bandung, saya sudah berkeliling Indonesia untuk menyampaikan misi tentang poligami,&#8221; katanya ketika dihubungi Antara.</p>
<p>Menurutnya, klub poligami di Malaysia sekarang sudah berjalan dengan lancar. Bahkan sekarang klub poligami sudah memiliki 300 anggota yang tersebar di berbagai negara, seperti Indonesia, Australia, Singapur, Timur Tengah, Thailand dan masih banyak lagi.   Ia menjelaskan, kenapa poligami menjadi obat mujarab untuk mendapatkan cinta Allah. Sebab, dengan poligami seseorang akan senantiasa mengalami kesusahan dalam hidupnya.   &#8220;Ketika dia dalam kesusahan maka dia akan meminta pertolongan kepada Allah. Kesusahan yang dialami seorang istri yang suaminya berpoligami sipatnya terus menerus, maka dia pun akan terus meminta tolong kepada Allah,&#8221; ujarnya.   Ia mengaku, sebagai wanita awalnya Chodijah juga menolak, bahkan seluruh keluarganya pun melakukan hal yang sama. Dengan alasan takut Chodijah tidak bahagia dan terlantar.   Tapi, ia melanjutkan, setelah selama 30 tahun menjalani hidup sebagai seorang istri yang dipoligami, justru Chodijah mendapatkan cinta Allah, karena senantiasa berkomunikasi dengan-Nya.   Chodijah tidak memungkiri, kalau pendirian klub poligami di Indonesia ini akan menimbulkan penentangan dari berbagai pihak apalagi kaum hawa. Hal itu juga terjadi di Malaysia ketika pertama kali dideklarasikan, namun sekarang semua sudah bisa menerimanya.   Makanya, jika deklarasi klub poligami Indonesia mendapatkan penentangan itu hal yang wajar. Tapi, ketika mereka apalagi kaum hawa memahami tentang poligami mereka pasti akan menerimanya.   &#8220;Untuk di Indonesia sendiri saat ini ada 30 keluarga yang bergabung dalam klub poligami dan sementara saya akan mendeklarasikan di Jawa dan Sumatera dulu. Sudah itu baru ke seluruh Indonesia,&#8221; katanya.ant/ pur ===</p>
<p>16:31:0  http://www.republik a.co.id/berita/ 83151/Klub_ Poligami_ Indonesia_ Launching_ di_Bandung BANDUNG&#8211;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/246/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/246/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/246/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=246&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/10/19/utara-indonesia-serangan-budaya-penghancur-ideologi-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang-orang Sombong</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/09/11/orang-orang-sombong/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/09/11/orang-orang-sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Sep 2009 14:40:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hanya dari Hati]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2009/09/11/orang-orang-sombong/</guid>
		<description><![CDATA[Orang-orang sombong
@umi lasminah
orang-orang sombong
aku berhadapan dengan orang-orang sombong
kesombongan yang membakar kemaluan
menghanguskan kebersahajaan
kesombongan adalah arogansi
melunturkan risih
menistakan kesantunan
membesarkan gengsi
merekatkan rasa benci pada aksi
keangkuhan jua sama
meninggikan diri merendahkan sesama
melupakan Tuhan
orang-orang sombong kutemui
berwajah tampan, bermuka cantik
mereka berbaju kekayaan, berpakaian status
sering tak tahu berlagak tahu
semata-mata malu pada kebenaran
orang-orang sombong
tak mau tahu
tak peduli yang bukan diri sendiri
orang-orang sombong
tersesat dalam kelemahan
tak tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=236&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Orang-orang sombong</p>
<p>@umi lasminah</p>
<p>orang-orang sombong</p>
<p>aku berhadapan dengan orang-orang sombong</p>
<p>kesombongan yang membakar kemaluan<br />
menghanguskan kebersahajaan</p>
<p>kesombongan adalah arogansi<br />
melunturkan risih<br />
menistakan kesantunan</p>
<p>membesarkan gengsi<br />
merekatkan rasa benci pada aksi</p>
<p>keangkuhan jua sama<br />
meninggikan diri merendahkan sesama<br />
melupakan Tuhan</p>
<p>orang-orang sombong kutemui<br />
berwajah tampan, bermuka cantik</p>
<p>mereka berbaju kekayaan, berpakaian status<br />
sering tak tahu berlagak tahu<br />
semata-mata malu pada kebenaran</p>
<p>orang-orang sombong<br />
tak mau tahu<br />
tak peduli yang bukan diri sendiri</p>
<p>orang-orang sombong<br />
tersesat dalam kelemahan<br />
tak tahu jalan keluar<br />
selain mengangkat diri sendiri</p>
<p>september 2008, 25</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/236/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/236/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/236/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=236&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/09/11/orang-orang-sombong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahasa Menentukan Kejayaan Bangsa</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/22/bahasa-menentukan-kejayaan-bangsa/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/22/bahasa-menentukan-kejayaan-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2009 14:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK INDONESIA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/?p=227</guid>
		<description><![CDATA[BAHASA DAN SASTRA SUATU BANGSA MENENTUKAN KEJAYAAN NEGERI
Umi Lasminah
Salah satu Negara yang memiliki kekuasaan terbesar dalam hal bahasa adalah Negara Inggris Raya. Negeri ini tidak hanya pernah memiliki imperium dunia dengan kekuasaan politiknya, kekuasaan tersebut tetap dipertahankan melalui kekuasaan budaya, yaitu bahasa, dan tentu saja segala bentuk kekuasaan yang terejawantah dalam Ilmu Pengetahuan di seluruh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=227&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>BAHASA DAN SASTRA SUATU BANGSA MENENTUKAN KEJAYAAN NEGERI</strong></p>
<p align="center"><strong>Umi Lasminah</strong></p>
<p>Salah satu Negara yang memiliki kekuasaan terbesar dalam hal bahasa adalah Negara Inggris Raya. Negeri ini tidak hanya pernah memiliki imperium dunia dengan kekuasaan politiknya, kekuasaan tersebut tetap dipertahankan melalui kekuasaan budaya, yaitu bahasa, dan tentu saja segala bentuk kekuasaan yang terejawantah dalam Ilmu Pengetahuan di seluruh dunia. Penguasaan tersebut tidak dapat terlahir begitu saja, Inggris adalah Negara yang paling menghargai para sastrawannya, para pujangga dan mereka yang memiliki kemampuan literatur (menulis novel, sajak-puisi, esai). Ilmu pengetahuan merupakan diwahanakan melalui berbagai karya sastra yang lahir dari tiap jamannya.</p>
<p>Bangsa lain yang menghargai bahasanya adalah bangsa yang berpotensi besar dan jaya. Contohnya adalah Cina, India dan Jepang.  Di Jepang bahkan ada pelajaran sejarah bahasa Jepang. Tentu saja ini terkait dengan bermetamorfosanya bahasa Jepang dari bahasa dan huruf induknya yaitu Cina. Akan tetapi berbeda dengan Inggris yang bahasanya berdaya ekspansi kuat (karena kekuatan kolonialisme yang membawanya) dan lebih mudah dipahami serta menggunakan huruf latin, bukan huruf tersendiri.</p>
<p>Beberapa hari lalu saya menonton film The Edge of Love tentang kisah pujangga Inggris masa Perang Dunia Kedua, Dylan Thomas. Film ini seperti biasa diproduksi oleh BBC, Lembaga Penyiaran Publik Inggris yang tidak hanya membuat film yang diadaptasi dari karya-karya sastra novel maupun puisi, juga membuat biografi pujangga maupun penulis Inggris. Bahkan BBC juga memproduksi novel yang dibacakan. Bisa dibilang BBC menjalankan fungsinya sebagai lembaga penyiaran publik dengan menggali potensi yang ada, didukung oleh kultur pemerintahan/kerajaan yang menghargai karya sastra. Sehingga dalam konteks Lembaga Penyiaran Publik yang tidak memiliki iklan komersial dalam tayangan siaran beritanya, produksi film-film BBC baik feature dan documenter yang lumayan banyak dapat member pemasukan tersendiri.</p>
<p>Nilainya&#8212;&#8211;ngan memenjadi bagian dari produksi,</p>
<p>Kembali ke film <em>The Edge of Love</em> yang menampilkan gambaran hidup Dylan Thomas, kita dapat mengambil nilai bahwa dalam hal memenangkan perang seorang pujangga dapat berperan mengagitasi dan propaganda dan disiarkan melalui radio. Indonesia mungkin punya Chairul Anwar yang puisinya juga member kekuatan dan mewarnai makna revolusi Kemerdekaan, tapi apakah cuma sampai di situ saja, bagaimana realitas kesaharian anak-anak sekolah Indonesia apakah mereka mengetahui bila tidak hapal, atau tidak karya pujangga ternama Indonesia apakah puisinya atau novelnya. Bila negaraInggris memang secara ‘resmi’ memberikan ruang dan dukungan atas para pujangga sastrawan berbahasa English, Amerika Serikat sebagai negara yang secara sejarahnya terkait dengan Kerajaan Inggris Raya ternyata juga memperlakukan hampir sama dengan Inggris, bahkan bisa dibilang lebih. Bila Inggris dengan BBC-nya maka Amerika Serikat dengan PBS dan perusahaan feature film-nya. Perusahaan film Amerika Serikat ini yang tak hanya secara politik membantu secara tidak sadar propaganda kultur dan ideologi liberal Amerika Serikat kepada bangsa dan rakyat Amerika, tetapi juga pada masyarakat Dunia. Kita lihat saja, bagaimana Amerika Serikat sastarawan dan pujangga-nya juga mempunyai ruang yang luas dihati para intelektual Amerika Serikat, para pembuat film serta memperkenalkan sejarah dan sastra Amerika Serikat kepada anak-anak sekolah. Film film seperti <em>Dead Poets Society</em>, <em>Gond With the Wind, Scarlett Letter</em> , <em>Little Women</em> Hemingway, atau film. Indonesia sempat juga membuat film-film feature dari karya-karya sastra klasik seperti <em>Salah Asuhan</em>,</p>
<p>Tentunya hal tersebut kembali kepada pola pikir dan budaya serta sosialisasi di Indonesia mengenai berbagai profesi dan pekerjaan. Pola pikir bangsa Indonesia umumnya masih sulit untuk menjangkau makna bahwa profesi sebagai sastrawan, arkeolog atau sejarawah memiliki manfaat. Terutama dalam konteks globalisasi sekarang ini, yang paling dipentingkan atau diangap bagus sebagai profesi adalah yang terkait dengan ekonomi. Mungkin pula dengan UU Badan Hukum Pendidikan fakultas-fakultas dengan ilmu pengetahuan yang tidak bersifat pragmatis ekonomis seperti Ilmu Budaya, Ilmu Bahasa ataupun Ilmu Humaniora  ditutup, jika hal ini benar-benar terjadi bisa dipastikan Indonesia sebagaimana yang disumpahkan para Pemuda Indonesia Oktober 1928 akan lambat laun sirna, mengapa.</p>
<p>Ilmu Budaya mungkin bisa termasuk di dalamnya Antropologi yang khusus membahas budaya Indonesia akan kehilangan jejak-jejak budaya masyarakat Indonesia, terutama budaya masyarakat Indonesia pada masa Abad sebelum masuknya Islam. Mengapa?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/227/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/227/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/227/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=227&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/22/bahasa-menentukan-kejayaan-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>umur Indonesia</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/21/umur-indonesia/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/21/umur-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2009 18:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[POLITIK INDONESIA]]></category>
		<category><![CDATA[Usia Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia, sampai kapan..semoga panjang umurnya.
umi lasminah

Saya tidak tahu berapa tahun visi Amerika Serikat (selanjutnya saya sebut AS) tentang  berapa lama usia atas berdirinya NKRI. Berapa lama Indonesia dibolehkan AS menjadi negara yang paling tidak dikelola dan diatur sendiri oleh paling tidak mayoritas Warga Negara-nya sendiri?
Negara sebesar Indonesia berharap Umur panjang, siapa yang bisa menjamin? Uni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=224&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong>Indonesia, sampai kapan..semoga panjang umurnya.</strong></p>
<p><strong>umi lasminah<br />
</strong></p>
<p>Saya tidak tahu berapa tahun visi Amerika Serikat (selanjutnya saya sebut AS) tentang  berapa lama usia atas berdirinya NKRI. Berapa lama Indonesia dibolehkan AS menjadi negara yang paling tidak dikelola dan diatur sendiri oleh paling tidak mayoritas Warga Negara-nya sendiri?</p>
<p>Negara sebesar Indonesia berharap Umur panjang, siapa yang bisa menjamin? Uni Soviet bubar, Yugoslavia bubar, Burma jadi Myanmar, Coba baca buku-buku Akademisi sejarah barat, rata-rata meragukan Indonesia sebagai Nation’s State akan panjang usianya, lihat dari Judul-judulnya saja: Indonesia Unlikely Nation</p>
<p>Mengapa saya tanyakan ini, apa hubungannya. Saya tidak bisa memastikan hubungannya, akan tetapi sampai detik ini Amerika Serikat adalah God Father bagi negara-negara di dunia, terutama negara ya sudah mengikuti atau masuk dalam desain demokrasi versi AS. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) benar-benar memasuki demokrasi versi AS sejak UUD 1945 di amandemen sebanyak 4 kali pada periode 1999-2004.  Sejak Indonesia menggunakan UUD 1945 versi amandemen,sejak itulah bangunan NKRI memiliki dan mengganti fondasinya kepada segala bentuk politik,ekonomi,sosial dan budaya yang mirip bila tdk menyerupai AS. Kemiripan tersebut dapat dilihat dari politik: Ekonom Fondasinya ada segala bentuk peraturan dan institusi.</p>
<p>Kita bisa lihat bagaimana Amerika Serikat membentuk dan mengembangkan demokrasi di negara-negara bekas Uni Soviet. Lembaga Funding mempunyai dana dan program yang luar biasa besar untuk membentuk demokrasi versi Amerika Serikat di negara-negara seperti Bosnia, Croasia, Ceko dan Slovak, Kosovo dan negara2 Balkan. Bahkan Afganistan dan Irak tentunya tak lepas dari campur tangan negara Penguasa Dunia ini.</p>
<p>Di Indonesia segala UU yang dilahirkan di DPR adalah pesanan Amerika Serikat, terutama yang terkait dengan ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam, akses pihak luar atas Indonesia melalui berbagai UU: UU Kewarganegaraan, UU Bea Cukai dan sebagainya.</p>
<p>Dan sekarang dengan adanya pernyataan Presidan UUD 1945 tidak sakral dan Demokrasi juga DAPAT DIUBAH&#8212;maka Bisa Jadi PANCASILA, atau landasan Kebangsaan dan Kenegaraan Indonesia dapat diubah pula, <strong>mungkin seperti Malaysia ekonomi Liberal dan Islam.</strong></p>
<p>Bukankah arah dan tanda-tanda itu sudah ada Sejak Amandemen UU1945 yang dimotori dan didukung penuh oleh Amerika Serikat. Dan sekarang PRESIDEN SBYL MENYATAKAN BENTUK DEMOKRASI BISA DIUBAH dan  BAHWA UUD 1945 tidak Sakral. (berita <em>Kompas</em> di bawah)</p>
<p>Kenapa bangsa Indonesia tidak mencontoh Venezuela yang mengamandemen sendiri UUD1945 sesuai kehendaknya, Karena INDONESIA TIDAK BISA SEPERTI VENEZUELA yang bisa melepaskan dari cengkraman pengaruh Amerika Serikat, karena rakyat Indonesia tidak lagi punya keberanian yang ditunjukkan saat mengusir penjajah Belanda dengan bamboo runcing, karena rakyat Indonesia sudah numb-beku rasa militansinya atas apa yang terjadi, dan karena rakyat Indonesia terutama yang kelas bawah sudah tidak dapat berbuat apa-apa karena rakyat kelas menengah TIDAK ADA yang membimbing mereka mensuport mereka dalam gerakan MELAWAN KETIDAK ADILAN (seperti Tahun 1997-1998). Sedangkan rakyat Indonesia pada pertempuran melawan Belanda merebut kemerdekaan semua golongan masyarkat dari kelas menengah, bawah dan atas ikut bersumbangsih. Sedangkan sejak jaman Soeharto 1967 hingga jaman kini, kelas menengah Indonesia terpisah dari gerakan rakyat, gerakan perubahan sosial.   Tentu saja bagi kelas menengah Indonesia cenderung pula tak akan peduli demokrasi Indonesia seperti apa, Negara ini berbentuk apa, asalkan mereka dapat hidup dan menikmati hidup di Indonesia.</p>
<p>Trisakti Soekarno Berdikari di bidang Ekonomi (nyatanya kita hutang banyak), Berdaulat di Bidang Politik (nyatanya Indonesia Amandemen UUD1945 dsponsori Amerika Serikat) dan Berkepribadian Kebudayaan Indonesa. Ketiga kondisi social politik dan budaya  tidak terwujud bahkan tak satupun terlaksana, sehingga Indonesia dihina secara politik, ekonomi diintervensi dan dianeksasi, dan budayanya di ambil negeri asing bahkan tidak dikenali oleh banyak anak muda sekarang.</p>
<p>Niat atau pun Rencana SBY mungkin saja sudah dibicarakan dengan DPD yang antara lain dengan bertemu DPD (Ginanjar) untuk mengubah system demokrasi Indonesa, seperti AS menjadi demokrasi dua kamar. Bukankah ini peluang untuk otonomi seluas-luasnya dan menjadi Negara federal. Kalau begitu sudah semakin luaslah AS mengambil peluang dan akses masuk menguras kekayaan Indonesia…</p>
<p>Bisa Jadi nantinya Indonesia NKRI berganti, menjadi:</p>
<p>1. Demokrasi Liberal seperti AS dengan Negara Federal,  dibentuklah juga sistem pemerintah Federal. Contohnya Aceh sudah akan  membolehkan luar negeri masuk dan visa masuk ke Aceh langsung (visa on arrival).</p>
<p>2. Perubahan UUD 1945 tidak melalui referendum tidak melalui pertanyaan</p>
<p>kepada Rakyat Indonesia seluruhnya, sehingga MPR-DPR yang sekarang dikuasai</p>
<p>oleh Partai Demokrat bisa saja mengganti 1. Kekuasaan Pemerintahan (bisa bertambah otoriter atau sangat liberal), Kekuasaan Negara (bisa bertambah kuat atau lemah) 2. Wilayah Negara (bisa disewakan oleh pihak asing) 3. penduduknya akan semakin tersisih dan tersingkir di negerinya sendiri apalagi dengan FTA Pasar Bebas ASEAN 2010.</p>
<p>3. Budaya Indonesia dan segala kekayaan suku-suku di seluruh penjurunya akan hilang di garis keturunan pencipta budaya tersebut,  Soekarno dengan TRISAKTI-nya.</p>
<p>Atau negara-negara federal tersebut memerdekakan diri menjadi Negara-negara seperti jaman Republik Indonesia Serikat, toh, pada dasarnya apabila MPR bisa mengubahnya tak ada yang bisa menghalanginya dan MPR sekarang lebih banyak dikuasai oleh orang-orang yang hatinya bukan berbendera merah putih.</p>
<p>====00io0</p>
<p><strong>Presiden: Bentuk Demokrasi dan UUD 1945 Bisa Diubah</strong></p>
<p>Senin, 31 Agustus 2009 | 03:53 WIB</p>
<p>Jakarta, <strong>Kompas</strong> &#8211; Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai kepala negara mengemukakan, bentuk demokrasi dan Undang-Undang Dasar 1945 bukan kitab suci agama sehingga bisa diubah. Perubahan dimungkinkan untuk menjawab tantangan dan permasalahan bangsa.</p>
<p>”Kita tidak tahu 25-50 tahun lagi barangkali generasi mendatang akan memperbarui bentuk demokrasi yang dianggap paling tepat untuk menjawab tantangan zaman. Karena itu, tidak perlu ada sakralisasi bentuk-bentuk demokrasi, termasuk UUD 1945 karena bukan kitab suci agama,” ujar Presiden di kediaman dinas Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita di Jakarta, Minggu (30/8).</p>
<p>Presiden mengemukakan, Indonesia sebagai negara yang relatif muda akan selalu menghadapi pasang surut dalam mencari bentuk demokrasi terbaik. Empat kali perubahan UUD 1945 yang terus-menerus diwacanakan DPD dinilainya segaris dengan upaya itu.</p>
<p>Presiden menyebutkan, bentuk demokrasi Indonesia berubah dari demokrasi parlementer, terpimpin, semi-otoritarian sebelum reformasi. Saat ini dianut bentuk demokrasi multipartai dengan sistem kabinet presidensial.</p>
<p>”Apabila setelah sekian tahun bangsa ini menghendaki perubahan, itu dimungkinkan. Dengan catatan, perubahan itu bukan tujuan, tetapi jawaban atas berbagai tantangan dan permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Presiden, jika kemungkinan itu dipahami, politik menjadi tenteram, demokrasi membawa manfaat, dan tidak ada konflik tajam yang mengancam bangsa, termasuk upaya untuk membangun dirinya.</p>
<p>Presiden mengemukakan, 10 tahun reformasi belum cukup untuk mendapatkan bentuk ideal. Sampai 5-10 tahun mendatang, reformasi gelombang kedua berikut transformasi dan pembangunan ekonomi pascakrisis akan diteruskan.</p>
<p>”Teman-teman di DPD jangan takut tidak kebagian tugas, tidak kebagian pekerjaan. Masih banyak dan tidak akan ada habis-habisnya,” ujarnya.</p>
<p>Yudhoyono mengajak DPD bermitra juga untuk periode 2009-2014. Kelemahan dan kelebihan jika disatukan dapat dijadikan modal mengatasi tantangan lima tahun mendatang yang tidak semakin ringan.</p>
<p>Meskipun bermitra, Presiden minta fungsi kontrol DPD dijalankan. ”Kalau kekuasaan itu absolut maka mengganggu check and balances dan bisa salah. Power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely,” ujarnya.</p>
<p>Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak hadir di kediaman Ginandjar. Dalam berbagai kegiatan buka puasa bersama, kini wapres terpilih Boediono justru yang kerap mendampingi Yudhoyono. (INU)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=224&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/21/umur-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menolak Wacana Utama yang Bias</title>
		<link>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/08/menolak-wacana-utama-yang-bias/</link>
		<comments>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/08/menolak-wacana-utama-yang-bias/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 16:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wartafeminis</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily Blog]]></category>
		<category><![CDATA[bias wacana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/08/menolak-wacana-utama-yang-bias/</guid>
		<description><![CDATA[Menolak Wacana Utama yang Bias Kemanusiaan
oleh Umi Lasmina
Menolak wacana utama yang didengungkan, disebarluasakan media massa dengan mengacu pada:
&#62; Usia atau umur seseorang terkait dengan kepemimpinan, atau jabatan publik. Wacana ini bisa mengkerdilkan kemanusiaan dengan dilihat dari sekedar sekedar umur seseorang, dan bukan pada substansi manusia: karya, pengabdian, kebajikan dan kebijakasanaan serta pengalaman.
&#62; Menolak wacana dikuasai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=214&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menolak Wacana Utama yang Bias Kemanusiaan</p>
<p>oleh Umi Lasmina</p>
<p>Menolak wacana utama yang didengungkan, disebarluasakan media massa dengan mengacu pada:<br />
&gt; Usia atau umur seseorang terkait dengan kepemimpinan, atau jabatan publik. Wacana ini bisa mengkerdilkan kemanusiaan dengan dilihat dari sekedar sekedar umur seseorang, dan bukan pada substansi manusia: karya, pengabdian, kebajikan dan kebijakasanaan serta pengalaman.<br />
&gt; Menolak wacana dikuasai oleh nilai-nilai atau kepemimpinan seseorang dibatasi oleh jenis kelamin. Wacana yang masih memperdebatkan layak tidak layaknya perempuan menjadi pemimpin merupakan cerminan dari pemikiran sempit patriarki, pemikiran yang mengkerdilkan manusia sebatas pada jenis kelamin/<br />
&gt; Menolak wacana utama  berbasis SARA (Suku Agama Ras dan Antar Golongan)yang mengedepankan suku tertentu untuk mengecilkan/menutup peluang atau kesempatannya seseorang dari suku tertentu untuk menjadi pemimpin. Bila hal ini terjadi tidak hanya melegitimasi dan menyuburkan hegemoni nilai dan suku tertentu tetapi melanggar HAM dari seseorang yang divine &#8216;terlahir&#8217; dari suku tertentu.<br />
&gt; Menolak wacana utama yang bias dan menutup peluang kesempatan para penyandang cacat untuk berbakti dan mengabdi pada negara, dengan menjadi pemimpin atau pejabat publik atau jabatan yang dikategorikan mampu dilakukan oleh orang dengan diffabel(cacat dan memiliki kemampuan tertentu)<br />
&gt; Menolak wacana utama mengarahkan masyaraskat untuk menjadi bias bagi kalangan agama tertentu berkesempatan menjadi pejabat publik atau pemimpin, karena hal ini tidak hanya mencerminkan kekerdilan bangsa INDONESIA yang sudah memiliki SUMPAH PEMUDA 1928,Proklamasi 17 Agustus tetapi juga melanggar HAM dan melukai hal paling prinsip dari kehidupan manusia yaitu hubungan dengan Tuhan (hablum minalloh) yang menjadi dasar kemanusiaanya.</p>
<p>Untuk hal-hal tersebut Indonesia telah memiliki UUD 1945 yang menjamin semua warganya WNI untuk menikmati hidup, berkarya dan mengabdi, disamping Indonesia juga sudah meratifikasi CEDAW (Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan), Ratifikasi HAM,ECOSOC, juga bagi penyandang Cacat.</p>
<p>Maka mari bersatu Tegakkan Nilai Kemanusiaan untuk Tegaknya INDONESIA.<br />
Agustus 7,2009</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wartafeminis.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wartafeminis.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wartafeminis.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wartafeminis.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wartafeminis.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wartafeminis.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wartafeminis.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wartafeminis.wordpress.com/214/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wartafeminis.wordpress.com/214/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wartafeminis.wordpress.com/214/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wartafeminis.wordpress.com&blog=860476&post=214&subd=wartafeminis&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wartafeminis.wordpress.com/2009/08/08/menolak-wacana-utama-yang-bias/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/1aae6c9c6f7dea69867fa104de1ae0c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wartafeminis</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>